Catatan selanjutnya yang menunjukkan Freemasonry di Cirebon adalah kesaksian seorang Freemason bernama L. W. van Suchtelen (L. W. van Suchtelen memiliki gelar bangsawan jhr yaitu singkatan dari jonkheer semacam sebutan “lord”, ia berprofesi sebagai ketua sub-komite pada Vereeniging tot het verleeuen van hulp aan ontslagen gevangenen. Sumber: Regerings-almanak van Nederlandsch-Indië 1920 Tweede Gedeelte: Kalender en Personalia, n.d.) yang memberikan ceramah tentang Freemasonry di loji ‘St. Jan’ Bandung tahun 1919.
Ceramah tersebut bersumber pada pengalamannya sebagai Freemason yang melakukan tur ke kota-kota di Jawa yaitu Cirebon, Tegal, Semarang, Salatiga, Solo, Probolingo, Malang, Surabaya, Madiun, Yogya dan Magelang (Indisch maçonniek tijdschrift, jrg 24, 1918-1919, 1919). (*)
