CARUBAN NAGARI- Presiden China Xi Jinping akan berlanjut ke periode tiga setelah ia berhasil terpilih lagi sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis China. Dengan begitu, Xi Jinping lanjut tiga periode.
Pegiat Cirebon Heri Sangiang mengungkapkan, terpilihnya kembali Xi Jinping menjadi 3 periode bisa memberikan sinyal positif bagi Indonesia. Hubungan kerja sama dua negara ini pun akan semakin harmonis di masa depan, terutama di bidang kebudayaan.
“(Ini) sebuah hal yang positif. Dan Xi Jinping begitu terpilih lagi hubungan akan semakin baik lagi dengan pemerintah Indonesia,” katanya di bilangan Cirebon, Selasa (25/10).
Baca Juga:Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan Kota Cirebon Langgan BanjirMasjid Nurbuat di Cirebon Dibangun dalam 100 Hari, Ada Sumur Kembar
Heri berharap hubungan yang semakin baik ini bisa menghasilkan kerja sama di bidang budaya yang saling menguntungkan.
Saat ini, Indonsia-Tiongkok punya hubungan kerja sama antar negara yang sangat strategis dan komprehensif. “Saya yakin kedepan hubungan kedua negara akan semakin kuat, melalui kerja sama budaya,” katanya.
Apalagi, dalam sejarahnya, menurut Heri, sejak kedatangan Laksmana Cheng Ho (Zheng He) ke Pelabuhan Muara Jati, Cirebon, Jawa Barat, akulturasi atau perubahan dan percampuran budaya mulai terjadi di daerah sekitarnya. Akulturasi budaya Tionghoa dapat dilihat hingga kini dari makanan, kue-kue, bahan makanan, mode pakaian, motif pakaian, bangunan, dan lainnya.
Laksmana Chen Ho dan rombongan datang ke Muara Jati (Amparan Jati) pada era 1400-an. Kedatangan itu lebih tepatnya adalah persinggahan sebelum ke tujuan utama yakni Majapahit. Pada era 1400-an Muara Jati sudah terkenal sebagai pelabuhan yang ramai dikunjungi para pedagang, hingga Laksmana Cheng Ho bersama rombongannya membangun mercusuar di Muara Jati.
Rombongan Laksmana Cheng Hong membawa barang dagangan berupa keramik dan kain sutra yang halus dan lembut, bermotif seni tinggi. Tujuan rombongan Laksmana Cheng Ho membangun mercusuar sebagai petunjuk cahaya dan penerang di Pelabuhan Muara Jati.
Heri Sangiang menambahkan, sejak kedatangan rombongan Laksmana Cheng Ho ke Muara Jati, terjadi akulturasi budaya. Mulai dari makanan, sayuran, hingga arsitektur bangunan.
“Kita mengenal sayur pe cai, cai sim, lobak, makanan kita mengenal kecap, siomay, mi, tahu, baso, kue cikak, moho, sumpit, bapao, cakwe bolang baling, cap tjay, pu yong hai, petis, terasi dan kwee tiauw. Dalam bidang arsitektur lo teng (lantai atas), plang, kusen, dalam dunia matematika kita mengenal sempoa. Dalam bidang busana kita mengenal baju koko dan kain kebaya Encim,” jelasnya.
