CARUBAN NAGARI-Xi Jinping terpilih lagi sebagai Presiden China untuk periode ketiga dalam Kongres Nasional Partai Komunis China atau disingkat Kongres Partai yang berlangsung sejak 16 Oktober lalu dan berakhir Minggu (23/10).
Jinping lebih dulu dikukuhkan sebagai Sekretaris Jenderal Partai China di Kongres, yang membuatnya mengamankan masa jabatan ketiga sebagai kepala pemerintahan.
Xi memperkenalkan Komite Tetap Politbiro yang diisi oleh para loyalisnya untuk memperkuat posisi sebagai penguasa paling kuat sejak Mao Zedong.
Baca Juga:Tingkat Hunian Kamar Hotel di Kota Cirebon Kembali NormalCuaca Ekstrim Picu Hidrometeorologi Berdampak Diare dan Infeksi Kulit
Dalam Kongres itu, Ketua Partai Komunis Shanghai Li Qiang (63) mengikuti Jinping ke atas panggung di Aula Besar Rakyat ketika tim kepemimpinan baru diperkenalkan. Li Qiang kemungkinan akan menggantikan Li Keqiang sebagai Perdana Menteri China usai dia pensiun Maret 2023 nanti.
Posisi Jinping sebagai Presiden China periode ketiga tak lepas dari dihapusnya peraturan batas dua periode jabatan bagi presiden oleh dirinya sendiri pada 2018 silam.
Tak Ada Lagi Pimpinan Perempuan di Partai Komunis China
Kongres Partai Komunis China (PKC) mengungkap ketidaksetaraan gender yang mencolok, yang terdapat pada posisi teratas politik negara tersebut.
Partai berusia 101 tahun itu tidak menunjuk seorang pun perempuan dalam Politbiro beranggotakan 24 orang untuk pertama kalinya dalam setidaknya beberapa dekade.
Dalam partai politik terbesar di dunia dengan 96 juta anggota aktif itu, perempuan tidak pernah memegang banyak posisi kekuasaan.
Perempuan mencakup lima persen dari 205 anggota Komite Pusat PKC. Puncak kekuasaan China—Komite Tetap Politbiro PKC—juga masih didominasi oleh laki-laki. Satu-satunya perempuan yang pernah menduduki kursi di Politbiro adalah Sun Chunlan.
Sun adalah Wakil Perdana Menteri China. Politikus veteran tersebut mengawasi kebijakan Kesehatan di China. Ketika mereka merengkuh kekuasaan selama akhir pekan lalu, Sun absen dari daftar baru Komite Pusat PKC. Artinya, dia telah mundur dari kekuasaan.
Baca Juga:Misteri UFO di Langit Dago BandungBapenda Jabar Catat 7,4 Juta Kendaraan R2 dan R4 Berpotensi Bodong karena Tak Bayar Pajak
Sun adalah mantan ketua partai Provinsi Fujian dan Munisipalitas Tianjin. Dia sering dikirim untuk meninjau kota-kota selama pandemi COVID-19. Wajah dari kebijakan nol-COVID tersebut memerintahkan tindakan keras sehingga mendapatkan julukan ‘Wanita Besi’.
Para pengamat berharap bahwa Sun akan digantikan oleh Kepala Federasi Wanita Slueruh China (ACWF), Shen Yueyue, atau mantan Gubernur Guizhou, Shen Yiqin. Tetapi, tidak ada seorang pun perempuan yang diangkat untuk posisi tersebut.
