Jadi Langganan Banjir, Wali Kota Cirebon Minta Maaf dan Janji Tidak Terulang Kembali

1666839780 1 org
Hujan deras disertai gelegar petir yang melanda kota Cirebon, sejak sore hari hingga Selasa malam (25/10/2022), mengakibatkan kota Cirebon dikepung banjir. Hampir di seluruh pelosok kota, perkampungan maupun perumahan di landa banjir, hingga ketinggian rata-rata mencapai 50 - 80 cm.
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh elemen masyarakat Kota Cirebon yang terdampak banjir sehingga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Bahkan, permintaan maaf itu juga disampaikan kepada warga luar daerah yang beraktivitas di Kota Cirebon dan merasa terganggu akibat banjir yang mengepung Kota Cirebon pada Selasa (25/10/2022) malam kemarin.

Karenanya, pihaknya berjanji segera menangani permasalahan banjir tersebut sehingga tidak terulang kembali ke depannya dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca Juga:Wali Kota Cirebon: Perbaikan Drainase Jadi Prioritas Pemerintah, Peran Aktif Warga Perlu DilaksanakanDapat Wangsit Surga dan Neraka, Siti Elina Diperiksa Densus 88 Gegara Terobos Istana Negara Bawa Pistol Tanpa Peluru

“Kami sudah melaksanakan rakor antarinstansi untuk menyiapkan langkah penanganan jangka pendeknya,” ujar Nashrudin Azis saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (27/10/2022).

Ia mengatakan, untuk langkah penangajan jangka panjangnya baru bisa dilakukan pada tahun depan, karena rencana pengerjaan sebelumnya batal akibat anggarannya direfocusing untuk penanganan pandemi Covid-19.

Menurut dia, penyebab utama banjir yang mengepung Kota Cirebon ialah buruknya drainase di sejumlah titik, sehingga tidak mampu menampung peningkatan debit air saat hujan turun.

Selain itu, drainase tersebut juga kerap tersumbat sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat dan mengakibatkan banjir karena tidak mampu menampung air hujan.

“Ibaratnya outputnya lebih sedikit dibanding inputnya, dan ini menjadi perhatian serius Pemkot Cirebon untuk memperbaikinya sesegera mungkin,” kata Nashrudin Azis.

Iklan untuk Anda: Ibu Rumah Tangga Ditemukan Dalam Perut Ular Raksasa: Rekamannya shocking!Advertisement by

Azis juga meminta masyarakat membantu pemerintah menangani banjir, caranya tidak membuang sampah sembarangan yang berdampak pada penyempitan drainase.

Baca Juga:Ridwan Kamil Beberkan Upaya Tingkatkan Daya Saing Usaha di Jawa BaratPidato Perdamaian Waketum MUI di Roma, Pegiat Cirebon: Peran Ulama Menjaga Kesiapan Ketertiban Dunia

Ia menyampaikan, masyarakat juga diminta tidak mendirikan bangunan liar di sekitar drainase maupun aliran sungai yang dikhawatirkan berdampak pada penurunan fungsinya.

“Penanganan banjir merupakan tugas pemerintah, tapi masyarakat juga harus berperan aktif, sehingga aliran air di drainase maupun sungai tidak terhambat,” ujar Nashrudin Azis. (*)

0 Komentar