Hadiri Peringatan Sumpah Pemuda di Tugu Proklamasi, RGP2024 Jawa Barat: Anak Muda Harus Bersikap Kritis Terhadap Pemerintahan

31b56140 d0bc 4778 9d52 f58ad2b62331
Tampak Ketua DPD RGP2024 Jawa Barat Heru Subagia bersama Relawan Biru Ganjar Indoneisa (RGBI) merupakan kader PAN yang menyatakan dukungannya pada Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Ketua DPD Relawan Ganjar Pranowo 2024 (RGP2024) Jawa Barat menyatakan anak muda harus melek politik, kemudian melakukan gerakan untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara dengan cara berpolitik.

“Saya berharap anak muda harus melek politik. Anak muda harus tampil sebagai kelompok yang proaktif memperjuangkan demokrasi yang sehat dan berwawasan kesejahteraan,” kata Heru Subagia saat menghadiri acara Sumpah Relawan Dukung Total Ganjar Pranowo RI 1. Acara yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ganjar itu bertempat di Tugu Proklamasi, Jumat (28/10).

Ia mengatakan, kondisi anak muda saat ini masih cenderung belum terlalu memperhatikan politik, padahal setiap kebijakan atau keputusan dalam suatu organisasi maupun negara merupakan proses politik.

Baca Juga:Pemkot Cirebon Gandeng Tenaga Ahli Berikan Pelatihan Bagi ASN Masuk Masa PensiunJadi Langganan Banjir, Wali Kota Cirebon Minta Maaf dan Janji Tidak Terulang Kembali

“Anak muda harus berperan dalam mewujudkan demokrasi menuju Indonesia Emas. Ini bukan saatnya lagi kita resisten atau apatis terhadap politik,” katanya.

Ia mengatakan penting bagi anak untuk melek politik agar bisa bersikap kritis terhadap pemerintahan. Dengan demikian, generasi muda bisa ikut memperbaiki kehidupan bangsa.  Politik adalah cara untuk mengintervensi kebijakan pemerintah. Sehingga memang sudah seharusnya kita yang lebih muda, yang belum terkontaminasi, melek politik agar tidak selalu menjadi objek, tapi juga menjadi subjek yang mampu mempengaruhi kebijakan pemerintah.

“Kenapa penting? Politik adalah satu-satunya cara untuk bisa membuat sebuah hukum dan aturan. Sementara, hukum dan aturan adalah landasan untuk ekonomi bisa stabil, akses kesehatan mudah dan murah bagi semua kalangan, serta bagaimana mudah dan murahnya pendidikan juga merupakan hasil dari produk kebijakan politik,” ungkapnya.

Heru pun berpendapat saat ini Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Sebab, menurut dia, masih terdapat hukum dan aturan yang tidak berpihak kepada rakyat.

“Sumber daya alam (SDA) Indonesia masih dikuasai asing. Adanya aturan kemudahan berinvestasi, salah satunya melalui Undang-Undang Cipta Kerja. Ujung-ujungnya rakyat tidak mendapatkan apa-apa selain dampak lingkungan atas proyek-proyek besar dan menonton kekayaan bumi Indonesia dikeruk asing,” ucapnya.

Anak muda, lanjut dia, tidak lagi hanya berpikir menjadi pegawai, hanya untuk pribadi, tetapi ke depan bisa melakukan langkah-langkah politik untuk menentukan kebijakan. “Mereka sebagai penerus bangsa, jangan hanya berpikir menjadi pegawai, hanya berpikir untuk pribadi, kalau jadi politisi, bisa membuat kebijakan,” imbuh Heru.

0 Komentar