Dia mengatakan, sugesti tersebut juga diperkuat dengan keberadaan Mesjid Jagabayan yang ada di daerah Karanggetas Kota Cirebon. Masjid Jagabayan sendiri memiliki arti “Menjaga dari Bebaya” atau menjaga dari mara bahaya.
“Pada zaman Kasultanan Cirebon, daerah Karanggetas dan Masjid Jagabayan adalah pintu masuk gerbang kasultanan. Sederhananya semacam pos jaga dengan salah satu fasilitas mesjid Jagabayan,” ujar Jajat.
Di daerah Karanggetas Cirebon juga terdapat tradisi Slametan Lenga (Sodakoh Minyak) tiap malam Jumat Kliwon.
Baca Juga:PBNU Minta Pemerintah Bikin Regulasi Larangan Penyebaran Paham WahabiPutra Sunan Kalijaga, Raden Umar Said Ulama Termuda Wali Songo
“Minyak yang disedekahkan karena mengandung filosofi kalau minyak itu licin. Artinya sodakoh agar bahaya tak menyentuh tubuh kita. Secara kebetulan Masjid Jagabayan didirikan Tumenggung Jagabaya yang tinggal di daerah itu,” pungkasnya. (*)
