PBNU Minta Pemerintah Bikin Regulasi Larangan Penyebaran Paham Wahabi

Lembaga Dakwah PBNU Minta Pemerintah Larang Penyebaran Wahabi di Indonesia 1024x576 1
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Paham wahabi menuai perhatian usai Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta agar pemerintah membuat regulasi melarang penyebaran paham ini.

Permintaan ini merupakan salah satu poin hasil rekomendasi eksternal dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah PBNU yang digelar di Asrama Haji Jakarta, 25-27 Oktober 2022.

“Lembaga Dakwah PBNU merekomendasikan kepada pemerintah (dalam hal ini Kemenkopolhukam, Kemenkumham, Kemendagri, dan Kemenag) untuk membuat dan menetapkan regulasi yang melarang penyebaran ajaran Wahabiyah,” demikian bunyi rekomendasi itu, seperti dikutip di laman resmi LD PBNU, Kamis (27/10).

Baca Juga:Putra Sunan Kalijaga, Raden Umar Said Ulama Termuda Wali SongoTriwulan Pertama 2023 Anggaran Rp1,5 Milyar, Bakal Hadir Kampung Wisata Arab di Kota Cirebon

Wahabi adalah pemikiran Islam yang ditujukan untuk pengikut Muhammad bin Abdul Wahab yang berpegang teguh pada purifikasi atau pemulihan Islam ke bentuk asli sesuai teks Alquran dan Hadis.

LD PBNU melihat kelompok yang mengikuti paham wahabi kerap menuding bidah hingga mengkafirkan tradisi keagamaan yang dilakukan mayoritas umat Islam di Indonesia. Walhasil, masyarakat Islam di akar rumput kerap terjadi perdebatan.

Tak hanya itu, LD PBNU juga menilai paham wahabi itu ditengarai sebagai embrio munculnya paham radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Terlepas dari rekomendasi PBNU, di negara mana saja paham wahabi menyebar?

Arab Saudi
Paham wahabi menjadi salah satu paling berpengaruh di Saudi. Sekitar lima juta Muslim Sunni di Saudi menganut paham wahabi, menurut World Data.

Paham wahabi pun pertama kali muncul dari seorang cendekiawan dan pembaharu Muslim bernama Muhammad bin Abdul Wahhab. Saat Islam tengah berjaya sekitar abad ke-18, Abdul Wahhab mulai menyarankan Arab Saudi ke bentuk Islam yang murni.

Dalam ceramahnya, Abdul Wahhab menyampaikan ide-ide ‘radikal’ soal reformasi yang konservatif berdasarkan aturan moral yang ketat.

Baca Juga:Relawan Ganjar Biru Serbu Tugu Proklamasi, Respons Heru Subagia Terkait Hadirnya Grace NatalieKaisar Romawi Suci Frederick I Terjatuh dari Kuda, Tak Mampu Lawan Arus Sungai dan Tewas Tenggelam Saat Hendak Merebut Yerusalem

Pandangan dia terpapar gagasan Ibn Taymiyyah yang menyerukan pemurnian Islam dan menghindari praktik-praktik yang ia lihat sebagai

Di kota Diriyah ia dan salah satu temannya, Muhammad bin Saud, merealisasikan gagasan pemurnian Islam.

Dalam semangat ini, Saud mendirikan Negara Saudi Pertama yang kini menjadi Arab saudi, di bawah bimbingan Abdul Wahhab, yang dikenal sebagai sheikh.

0 Komentar