Pejabat Mesir Membeli Nabi Yusuf dari Ayahnya, Ibu Brigadir J Singgung Kisah Potifar ke Ferdy Sambo-Putri Candrawathi

ferdy sambo dan putri candrawathi dinasehati orangtua brigadir j
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi: Terdakwa kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi bertemu dengan keluaga Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (1/11/2022). (tangkapan layar video)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Ibunda Brigadir Yosua, Rosti Simanjuntak, menyinggung kisah Potifar di depan Putri Sambo. Sambil terisak, Rosti juga meminta Putri Sambo dan suaminya tobat.

Dalam persidangan dengan agenda kesaksian orang tua Yosua di PN Jaksel, Selasa (1/11), Rosti menyampaikan pesannya ke Ferdi dan Putri.

Berikut isi pesannya:

Bapak Ferdy Sambo segeralah sadarlah, bertobatlah. Hidup ini tidak kekal dan abadi kekuatan apa pun harta apa pun, apa pun keberadaan kalian Tuhan memerintahkan semua akan lenyap apa yang kita tuai kita tabur akan kita tuai. Jadi mohon sadarlah sebagai ciptaan Tuhan

Baca Juga:Ibu Brigadir J ke Ferdy Sambo: Segeralah Sadar, Tobatlah, Hidup Tidak akan AbadiPengacara Keluarga Brigadir J Bawa Bukti Sandal Milik Yosua Masih Bernodakan Darah

Kepada Ibu Putri saya akan utarakan juga ini saya sebagai orang Ibu Putri Ibu juga sebagai seorang ibu yang memiliki beberapa anak dari tekanlah contoh panutan kepada anak-anak di saat kita seorang Ibu memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak Ibu pendidikan, Ibu memang bagaikan berpijar atau api yang kejam pada saat ini Ibu muncul ke dunia ini bagaikan Potifar (Potifar adalah pejabat Mesir yang membeli Nabi Yusuf dari ayahnya) jadi anak-anak Nofriansyah tolong pulihkan namanya pulihkan keluarga kami dari fitnahan kebohongan-kebohongan.

Ibu, saudaraku, sudahlah apa keinginan kalian sudah puaskah dengan perbuatan kalian kepada anakku yang sudah merampas nyawa anakku dengan sadisnya atas perbuatanmu itu. Jadi, Bu, sadarlah terlalu kejam.

Terlalu kejam saya ulangi. Ibu melihat mengetahui mendengar nggak mungkin Ibu tidak mengetahui, Ibu punya mata dibikin Tuhan, Ibu diberi Tuhan hati nurani, tapi hati nurani Ibu sudah sia-sia, sudah mati.

Jadi segeralah sadar, bertobatlah, dan berkata jujurlah dalam kasus ini agar arwah anakku tenang.

Bagaikan Ibu rela anak Ibu disiksa, dianiaya, ikhlaskan Ibu, seperti Ibu bilang saya mempercayai suami saya yang saya cintai. Jadi kalau anak Ibu seandainya dibuat yang dibuat kepada anakku apakah rela dan ikhlas? Itu Bapak Yang Mulia (hakim).

Yosua tewas di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Dia diberondong peluru oleh Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atas perintah Sambo sebanyak 3-4 tembakan. Kemudian diakhiri dengan tembakan pamungkas oleh Sambo ke arah kepala Yosua. Sang brigadir yang mengenakan baju putih dan celana jeans biru pun tewas bersimbah darah.

0 Komentar