Ada Beberapa Hal yang Harus Dipenuhi Ekowisata Mangrove Pengarengan, Begini Penjelasan Bupati Cirebon

Bupati Cirebon, Imron meresmikan Ekowisata Mangrove Pangarengan/Ist
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Hadirnya objek wisata baru di Kabupaten Cirebon, yakni Ekowisata Mangrove yang berlokasi di Desa Pengarengan, Kecamatan Pangenan diapresiasi Bupati Cirebon, Imron. Ia mendukung tempat wisata tersebut terus berkembang semakin besar dan lengkap.

Dikatakan Imron, ada beberapa hal yang harus dipenuhi agar sebuah lokasi wisata bisa menjadi rujukan dan dapat menarik kunjungan masyarakat banyak.

“Yang perlu diperhatikan, yaitu akses jalan, kebersihan, keamanan dan kenyamanan,” kata Imron saat peresmian Ekowisata Mangrove Pangarengan, Rabu (2/10).

Baca Juga:Cirebon Punya Ekowisata Mangrove di Desa PengarenganPegiat Media Sosial asal Cirebon, Subagja Minta Maaf ke Sultan Sepuh Aloeda II di Keraton Kasepuhan

Oleh karena itu, Imron meminta kepada masyarakat, pemerintah dan sejumlah perusahaan yang ada di sekitarnya untuk bisa berperan dalam pengembangan wisata mangrove tersebut. Pihaknya siap berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk bisa mengembangkan dan memperbaiki wisata hutan mangrove di Desa Pengarengan ini.

“Kami akan koordinasi dengan BBWS dan juga kami akan mencoba menganggarkan, untuk bisa mendukung tempat wisata ini,” ujar Imron.

Sementara itu, Ketua Penggerak Wisata Pengarengan (Pespa), Zaenudin (27) mengatakan, hutan mangrove yang lestari di Desa Pangarengan sudah ada selama puluhan tahun. Ia berharap bisa menjadi contoh bagi masyarakat di pesisir Cirebon agar melestarikan hutan bakau karena bisa membawa manfaat tambahan.

“Kami ingin kehadiran wisata hutan bakau ini bisa menjadi percontohan, kalau kita merawat dan melestarikan lingkungan, bisa menimbulkan peluang dan potensi yang positif untuk masyarakat’,” tutur Zaenudin. (*)

0 Komentar