“Postingan tersebut berimbas ke perkara hukum, secara pribadi saya datang ke Sultan Aloeda II untuk memohon maaf,” ujar Bagja sapaan akrab Subagja di Omah Kulon Sultan Sepuh Aloeda II, Rabu (02/11).
Ia berharap setelah permohonan maaf ini dilakukan bisa ada titik terang berupa pencabutan laporan di Polda Jawa Barat dari pihak Sultan Sepuh Aloeda II.
“Saya tidak akan mengulangi perbuatan tersebut, serta tidak akan ikut campur urusan internal keraton,” katanya.
Baca Juga:Polisi Tangkap Pelaku Pembobol Alfamart Desa Pegagan Kidul CirebonAcara Musik di Alun-alun Sangkala Buana Cirebon Tuai Polemik, Ini Kata DKM Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kraton Kasepuhan
Terpisah, Sultan Sepuh Aloeda II Rahardjo Djali telah menunjukkan silsilahnya melalui naskah berjudul Pustaka Asal-usul Kasultanan Cirebon koleksi Keraton Keprabonan dan Naskah Silsilah Kasultanan Cirebon koleksi Keraton Kasepuhan. Dalam naskah tersebut tertulis Sultan Sepuh XI bergelar Tajul Arifin Muhammad Samsudin Al Huda atau Aloeda menikah Nyimas Rukiah memiliki keturunan: Ratu Mas Sofia Jauhariah, Elang Arya Kulon Sugiono, Ratu Mas Kidul Manawiyah, Elang Arya Sunu, dan Ratu Mas Alid Salehah.
Nama Ratu Mas Kidul Manawiyah atau dikenal Ratu Mas Doli Manawiah adalah ibunda Raden Rahardjo H Djali.
Sementara itu, tiga saudara dari Ratu Mas Doli Manawiah, yakni Ratu Mas Shopie Djohariah, Raden Soegiono dan Ratu Masl Alit Saleha tak memiliki keturunan. Sedangkan Ratu Mas Doli Manawiah menikah dengan H Djali. Ratu Mas Doli Manawiah dan H Djali memiliki tiga anak, yakni Rahardjo Djali, Sri Pusaka Andayani dan Dewantoro.
“Ibu saya itu putri langsung dari Sultan Sepuh XI. Nenek saya itu Nyi Mas Rukjah,” kata Sultan Sepuh Aloeda II Raden Rahardjo Djali kepada carubannagari.com, Jumat (4/11/2022). (*).
