Akui Legitimasi Sultan Sepuh Aloeda II, Subagja: Lihat Sendiri Dokumen Silsilah Keluarga Besar Pak Sultan

WhatsApp Image 2022 11 03 at 11.23.54
Pria asal Kesunean Tengah, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Subagja (ketiga dari kiri) usai meminta maaf kepada Sultan Sepuh Aloeda II, Raden Rahardjo Djali, Rabu (2/11/2022).
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Raden Rahardjo Djali, pria keturunan Sultan Sepuh XI Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin yang sempat membetot perhatian publik dengan menggembok Keraton Kasepuhan Cirebon pada 2020 silam, telah dilantik sebagai Sultan Sepuh Aloeda II. Pelantikan atau jumenengan Rahardjo sebagai sultan digelar tertutup.

Raden Rahardjo Djali dinobatkan sebagai Sultan Sepuh Aloeda II oleh keluarga besarnya. Penobatan Rahardjo sebagai Sultan Sepuh Aloeda II digelar sehari setelah peringatan Hari Kemerdekaan, 18 Agustus 2021. Setelah penobatan Sultan Kasepuhan Cirebon dengan gelar Sultan Aloeda II, tak berselang lama Rahardjo Djali menggelar pelantikan para pembantunya Rabu 25 Agustus 2021.

Namun rupanya agenda tersebut didengar kelompok yang tidak setuju dengan adanya Sultan Aloeda II. Sekira pukul 19.30 Wib Selasa 24 Agustus malam ini, Umah Kulon yang menjadi kediaman Sultan Aloeda II digeruduk massa.

Baca Juga:Polisi Tangkap Pelaku Pembobol Alfamart Desa Pegagan Kidul CirebonAcara Musik di Alun-alun Sangkala Buana Cirebon Tuai Polemik, Ini Kata DKM Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kraton Kasepuhan

Kedatangan mereka tegas untuk menolak rencana Rahardo Djali melantik para pembantunya. Ketegangan antara pendukung dan massa yang datang tak bisa dihindari. Beruntung hal-hal tak diinginkan bisa dihindari dan massa yang berjumlah sekitar 25 orang tersebut membubarkan diri.

“Kami meminta agar tidak ada lagi kekisruhan dualisme sultan di Keraton Kasepuhan. Karena bagi kami hanya ada satu Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon yakni Sultan Luqman Zulkaedin,” ujar Subagja dari kelompok massa yang kontra.

Kini, pria asal Kesunean Tengah, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon tersebut telah mengakui legitimasi Sultan Sepuh Aloeda II berdasarkan dokumen silsilah keluarga yang dimiliki Raden Rahardjo Djali.

“Saya melihat sendiri dokumen-dokumen silsilah yang diperlihatkan Kuasa Hukum Sultan Sepuh Aloeda II,” ujar pegiat media sosial Subagja usai minta maaf kepada Sultan Sepuh Aloeda II, Raden Rahardjo Djali, Rabu (2/11/2022).

Subagja menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, di hadapan sejumlah wartawan dan keluarga Rahardjo Djali, di komplek Keraton Kasepuhan Cirebon.

Permohonan maaf secara terbuka di hadapan awak media itu satu rangkaian peristiwa di bulan Agustus 2021 silam, Subagja diketahui mengunggah pernyataan kalimat ‘Duduk di kursi sultan itu tidak harus jadi sultan’ Atas postingan ini, pihak Sultan Sepuh Aloeda II melaporkan persoalan ini kepada Polda Jawa Barat.

0 Komentar