CARUBAN NAGARI-Periode setelah wafatnya Sultan Sepuh Radja Aluda Tajularipin (1899-1942) menjadi fase penting dalam perjalanan sejarah suksesi Keraton Kasepuhan. Dalam historiografi Cirebon fase ini dianggap sebagai “sejarah peteng”.
Sejarah peteng atau sejarah gelap adalah terminologi yang bukan hanya menjelaskan betapa sedikit penjabaran yang mendekati fakta sejarah atas periode di atas, tetapi juga betapa simpang siur dan tumpang tindihnya informasi serta susahnya memilih mana fakta, mana rekayasa, mana fiksi terkait (terutama) tokoh-tokoh dan peristiwa periode di atas. Ada banyak perbincangan terkait periode ini namun hanya terbatas pada perbincangan “warung kopi” dan belum terjadi di wilayah kajian ilmiah.
Berdasarkan Naskah Silsilah Kasultanan Cirebon koleksi Keraton Kasepuhan disebutkan bahwa Sultan Sepuh Radja Aluda Tajularipin (1899-1942) melangsungkan pernikahan dua kali, yakni dengan Nyimas Rukiah dan Ratu Rajapamerat. Yang perlu digarisbawahi di sini adalah pernikahan Sultan Sepuh Radja Aluda Tajularipin yang kedua dilakukan setelah istri pertama beliau wafat.
Baca Juga:Ini Cara yang Mungkin Bisa Membedakan Ular Biasa dan Ular Jadi-jadianAkui Legitimasi Sultan Sepuh Aloeda II, Subagja: Lihat Sendiri Dokumen Silsilah Keluarga Besar Pak Sultan
Dengan kata lain, Sultan Sepuh Radja Aluda Tajularipin tidak melakukan poligami. Beliau melangsungkan pernikahan pertama dengan Ratu Rajapamerat. Setelah Ratu Rajapamerat wafat pada tahun 1922, Sultan Sepuh Radja Aluda Tajularipin (1899-1942) melangsungkan pernikahan kedua dengan Nyimas Rukiah pada tahun 1925.
Dengan Ratu Rajapamerat beliau memiliki keturunan:
1. Pangeran Raja Ageng Mandu Radjaningrat
2. Ratu Raja Gulampok Kirananingrat
3. Ratu Raja Kartinah Wulung Ayuningrat
4. Ratu Raja Kurnati Komalaningrat
5. Ratu Mas Nawangsih
6. Ratu Mas Kusiah
7. Elang Jaelani Aryadiradi.
Selanjutnya anak Ratu Raja Kartinah Wulung Ayuningrat memiliki 8 putraputri yaitu:
1. Elang Mas Moch.Sartijono
2. Elang Mas Moch Soebono
3. Ratu Mas Sartika
4. Elang Mas Moch Achid
5. Ratu Mas Tineke
6. Ratu Mas Amalia
7. Elang Mas Moch Upi Supriadi
8. Elang Mas Moch Sabarudin
Sementara itu, dari Nyimas Rukiah memiliki keturunan:
1. R.Mas Muhammad Soeloeng (meninggal di usia balita)
2. Ratu Mas Sofie Jauhariah
3.. Elang Arya Kulon Sugiono
4. Ratu Mas Kidul Manawiah
5. Ratu Mas Alit Salehah
Persoalannya kemudian, setelah Sultan Sepuh Radja Aluda Tajularipin (Sultan Aloeda I) wafat pada tahun 1942, yang menduduki tahta sebagai sultan Kasepuhan adalah Sultan Sepuh Raja Radjaningrat (1942-1969) atau Sultan Sepuh XII Pangeran Radja Alexander Goemelar Radja Radjaningrat.
