BNPT Gelar Parade Budaya Nusantara, Sultan Sepuh Aloeda II: Perkuat Identitas Berkepribadian Bangsa

c94994cc 353e 43cc 98c2 5204360eb66c
Kraton Kasepuhan Sultan Sepuh Aloeda II Raden Rahardjo Djali Ak, M.Sc, CMA, CFA dalam Parade Budaya Nusantara yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menggelar Parade Budaya Nusantara bertajuk ‘Bersatu Lebih Erat, Bersama Lebih Harmoni’ dengan rute Sarinah -Bundaran HI-Sarinah pada Minggu (6/11/2022). Parade Budaya Nusantara digelar sebagai upaya mencegah radikalisme, terorisme dan intoleransi.

Memperkuat komitmen keberagaman Indonesia, Kraton Kasepuhan Sultan Sepuh Aloeda II Raden Rahardjo Djali Ak, M.Sc, CMA, CFA ikut menghadiri perayaan Parade Budaya Nusantara bersama sejumlah kraton yang ada di Cirebon.

Parade Budaya Nusantara sendiri dipusatkan di Gedung Sarinah, Jln MH Thamrin, Jakarta Pusat dimulai Minggu pagi sampai siang. Berbarengan dengan kegiatan rutin Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi di sepanjang Jln MH Thamrin.

Baca Juga:2 Mobil Tertimpa Longsoran Batu di Jalan Raya Cadas PangeranPengalaman Mistis Warga Karang Jalak Hendak Menuju ATM di Jalan Sudarsono Sebelum RSD Gunung Jati Kota Cirebon

Sultan Sepuh Aloeda II menyebut kegiatan ini dapat memperkuat budaya Indonesia. Dia menyebut pertunjukan budaya ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

“Karena kami meyakini dengan kuatnya budaya Indonesia yang beragam, akan semakin mempersempit ruang gerak transnasional ideologi dan budaya yang tidak berkepribadian dengan bangsa Indonesia,” ungkapnya, saat ditemui di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (6/11/2022).

Selain itu, ajang ini menjadi pembuktian bahwa simbol daerah yang dimiliki Indonesia dari Sabang sampai Merauke ini merupakan satu kesatuan.

“Kita berharap narasi-narasi kita berkaitan dengan budaya nusantara ini semakin memperkokoh jati diri bangsa kita. Dan sebagai sarana kita mengedukasi masyarakat dan anak generasi penerus kita,” harapnya.

Sementara,Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengungkapkan radikal terorisme itu bisa dicegah dengan penguatan jati diri bangsa kita. Penguatan ini diyakini menjadi ketahanan kita dalam aspek budaya dan termasuk ketahanan dalam menghadapi berbagai ideologi transnasional yang jauh dari kepribadian bangsa Indonesia.

“Memang simbol yang kami munculkan hari ini adalah busana, oleh karena itu busana wanita Indonesia dalam hal berkebaya dalam hal ini yang utama,” pungkasnya. (*)

0 Komentar