Rencana Penggembokan Keraton Kasepuhan Cirebon, Berikut Penjelasan Lengkap Sultan Sepuh Aloeda II

ec14072c 9b2c 4b25 889e 6a03c9331b40
Sultan Sepuh Aloeda II, Raharjo Djali memberikan pernyataan usai berkeliling Keraton Kasepuhan. (Redaksi)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI- Sultan Sepuh Aloeda II Raden Rahardjo Djali berencana menggembok area Keraton Kasepuhan Cirebon.

Saat ditemui carubannagari.com, Sultan Sepuh Aloeda II mengatakan pagi ini seharusnya akan melakukan penggembokan di semua pintu di Keraton Kasepuhan Cirebon. Penggembokan tersebut, lanjutnya, untuk mengamankan aset yang ada di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Sultan Sepuh Aloeda II Raden H Rahardjo Djali tunda penggembokan Keraton Kasepuhan Cirebon, hari ini Rabu 23 November 2022.

Baca Juga:Kraton Kasepuhan Tidak Terawat, Sultan Sepuh Aloeda II Tunjukkan Soko Guru Bangsal MelengkungBMKG: Gempa Susulan di Cianjur Capai 117 Kali

Rahardjo Djali mengungkapkan, penggembokan Keraton Kasepuhan ditunda lantaran ada permintaan dari Pemerintah Kota Cirebon.

“Rencana awalnya akan kami gembok semuanya. Tujuan kami apa, karena kami tidak menghendaki adanya aset keraton yang hilang atau dibawa oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak dikenal oleh keluarga,” ujar Sultan Sepuh Aloeda II.

Namun, katanya, rencana tersebut berubah atas permintaan dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon, bahwa mereka akan memfasilitasi pertemuan dengan Forkopimda pada Kamis (24/11/2022) besok.

“Saat ini kami masih menunggu. Apabila sampai besok belum terjadi (pertemuan), kami akan melakukan rencana awal yaitu penggembokan Keraton Kasepuhan. Kami sekarang bertindak seperti ini, menghormati keputusan dari pemerintah kota bahwa mereka akan memfasilitasi pertemuan tersebut,” jelas Sultan Sepuh Aloeda II yang saat ini sedang meneliti sosok siapa Alexander.

Pantauan tim carubannagari.com, Sultan Sepuh Aloeda II mengajak seluruh trah Kasepuhan berkeliling untuk melihat-lihat Keraton Kasepuhan.  “Ini adalah keluarga besar trah Kasepuhan yang sudah berada di luar Keraton Kasepuhan,” jelasnya.

“Saya ingin menunjukan kepada mereka bahwa ini lah hasil yang ada di Keraton Kasepuhan, yang sudah carut marut, tanpa ada kejelasan, tanpa ada transparansi, ya. Terutama di bidang keuangan,” ungkap Sultan Sepuh Aloeda II.

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan Keraton Kasepuhan tidak jelas. “Keuangan Keraton Kasepuhan ini, bagi kami keluarga besar, tidak jelas pengelolaannya,” tandasnya.

Baca Juga:Gempa Cianjur, BPBD: Korban Meninggal Dunia Capai 162 OrangCianjur Kawasan Seismik Aktif, Begini Penjelasan BMKG

Diketahui pukul 16.49 WIB, surat undangan Wali Kota Cirebon Drs.Nasrudin Azis, SH yang ditujukan kepada Sultan Sepuh Aloeda II Raden Rahardjo Djali tertulis tanggal 24 November 2022 di Ruang Kanigaran Balai Kota Cirebon. (*)

0 Komentar