Sultan Sepuh Aloeda II Pilih Walkout, Nama Alexander Tidak Tercatat di Arsip Leiden

Screenshot 2022 11 25 15 11 42 93 99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817
0 Komentar

Ditegaskan dia, data terbaru dari Leiden tersebut tidak terbantahkan lagi juga sangat valid, karena menjadi sumber rujukan sejarah. 

Karena itu, Keraton Kasepuhan Cirebon harus melakukan pelurusan sejarah bermodalkan catatan-catatan dan dokumen di Leiden, Belanda.

Diungkapkan dia, selama ini dirinya juga Dewan Kalungguhan diam, karena masih menghormati Almarhum Sultan Arief Natadiningrat.

Baca Juga:Rencana Penggembokan Keraton Kasepuhan Cirebon, Berikut Penjelasan Lengkap Sultan Sepuh Aloeda IIKraton Kasepuhan Tidak Terawat, Sultan Sepuh Aloeda II Tunjukkan Soko Guru Bangsal Melengkung

Tetapi, karena arogansi yang besangkutan dan menyinggung semua keluarga besar, ini yang membuat semua pada akhirnya bergerak dan menuntut pelurusan sejarah.

Ketua Dewan Kalungguhan, R Udin Kaenudin menilai, konflik di Keraton Kasepuhan Cirebon bisa tuntas bila kembali membaca dan mempelajari sejarah.

Bahkan, dirinya sudah mendapatkan update terbaru dari Leiden, Belanda terkait silsilah sultan.

“Update dari Leiden kita serahkan ke Pak Walikota. Jelas-jelas di situ siapa Alexander. Siapa Sultan Sepuh XI semuanya ada,” kata Udin, Kamis, 24, November 2022.

Ditegaskan dia, Pemerintah Daerah Kota Cirebon selaku fasilitator penting untuk mengetahui fakta-fakta sejarah tersebut.

Sehingga, nantinya pemda sebagai fasilitator dapat mengetahui dan mendudukan perkara ini sebagaimana mestinya.

“Supaya melek sejarah dulu,” katanya, sesaat setelah keluar dari Gedung Sekretariat Daerah, pasca walk out dari agenda mediasi lantaran pihak Sultan Luqman Zulkaedin tidak hadir.

Baca Juga:BMKG: Gempa Susulan di Cianjur Capai 117 KaliGempa Cianjur, BPBD: Korban Meninggal Dunia Capai 162 Orang

Udin berharap agar Forkopimda membuat tim untuk mengecek, bangunan fisik dan uang juga bantuan yang masuk.

“Yang benar katakan benar. Jangan sampai ada keos lagi. Keraton itu milik semua, bukan milik perorangan,” tandasnya.

Terkait fakta sejarah bahwa Sultan Sepuh Alexander Radja Radja Ningrat tidak tercatat di Leiden, Udin menegaskan bahwa hal tersebut adalah fakta terbaru yang didapatkan dari Belanda.

Wali Kota Cirebon H Nashrudin Azis mengatakan, menyayangkan pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan yang menggembirakan kedua belah pihak alias deadlock.

“Ada salah satu pihak yang tidak hadir sesuai apa yang diminta. Pemkot akan undang kembali Sultan Luqman dan Sultan Aloeda II untuk bertemu,”pungkasnya. (*)

0 Komentar