Dimanakah Letak Ibu Kota Majapahit?

Peta Trowulan (Sumber: Direktori Majapahit)
Peta Trowulan (Sumber: Direktori Majapahit)
0 Komentar

H.M. Pont lewat “Madjapahit, Poging tot Reconstructie van het Stadsplan, nagazocht op het Terrein aan de Hand van den Middelleuws chen Dichter Prapanca” yang terhimpun dalam arsip OV:36-75 & 157-199 (1924) memaparkan terkait hasil risetnya terkait Trowulan ini.

Disebutkan, nama Trowulan berhulu dari istilah Setra Wulan dan Sastrawulan. Pont menyimpulkan Setra Wulan usai memaknai Serat Kandha. Sedangkan istilah kedua merujuk kepada wasiat raja terakhir Majapahit, Brawijaya V, agar dimakamkan di daerah bernama Sastrawulan.

Lantas, apakah Trowulan merupakan ibu kota Majapahit? Perdebatan terkait hal ini sempat mencuat dan ditulis dengan beberapa catatan oleh Agus Aris Munandar dalam Ibukota Majapahit, Masa Kejayaan dan Pencapaian (2008).

Baca Juga:Masyarakat Adat Nusantara Memaknai 80 Tahun Kemerdekaan IndonesiaMengapa Logo Perkumpulan Rahasia Itu Ada di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati?

Pertama, jika merujuk pada Kitab Pararaton, Raden Wijaya mendirikan Majapahit di sekitaran Hutan Trik, tepi Sungai Brantas. Sementara Situs Trowulan yang dikenal sekarang, terletak di daerah pedalaman dan lumayan jauh dari Sungai Brantas.

Kedua, apabila hipotesis mengenai kepindahan pusat kerajaan ke Trowulan diyakini, mestinya diuraikan dalam bentuk prasasti tertentu. Sedangkan Negarakertagama dan literatur lainnya yang diproduksi pada era Majapahit tidak menyinggung ihwal pemindahan ibu kota.

Bukti kuat posisi ibu kota mengarah ke Trowulan adalah laporan pelayar Cina, Ma-Huan, yang berlabuh di pesisir utara Jawa Timur pada 1413, di sekitar Surabaya sekarang. Ia kemudian menyusuri Kali Mas lalu menambatkan kapal di Desa Canggu sebelum menelusuri pedalaman dengan jalur darat menuju arah barat daya.

Dalam laporan itu, tertulis nama Man-che-po-i (Majapahit) setelah Cang-ku(Canggu). Diriwayatkan, perjalanan dari Cang-ku menuju Man-che-po-imemakan waktu satu setengah hari. Gagasan itu serasa logis, melihat jarak lurus Canggu ke pusat Majapahit yakni Trowulan adalah sejauh 20 km.

Tulisan A.S. Wibowo berjudul “Nagarakertagama dan Trowulan” yang terhimpun dalam jurnal Arkeologi (Vol. 4, 1983) berkesimpulan bahwa perdebatan Trowulan sebagai pusat Kerajaan Majapahit tak pernah berujung.

Para ahli, termasuk Wardenaar (peneliti tertua di Trowulan yakni pada 1815) hingga masa Pont (1920) tak pernah mengidentifikasikan dengan pasti bahwa Trowulan adalah ibu kota Kerajaan Majapahit.

Di sisi lain, kisah-kisah lisan alias oral history justru bermunculan sejak awal abad ke-19, sehingga berpotensi mengurangi objektivitas sejarah. Bahkan, klaim-klaim lemah muncul usai para peneliti mencetuskan hipotesis mengenai Trowulan sebagai ibu kota Majapahit (post-factum).

0 Komentar