Nama Wuni berasal dari nama latin antidesma bunius atau dikenal dengan nama buni atau wuni merupakan salah satu tumbuhan yang mulai langka. Nama ‘bunius’ pada Antidesma bunius berasal dari Georg Eberhard Rumphius, seorang ilmuwan Jerman-Belanda yang lama tinggal di Ambon.
Tumbuhan wuni berasal dari Asia Tenggara dan Australia Utara dengan sebaran dari India, Himalaya ke selatan dan timur, di Sri Lanka, Myanmar, dan Malaysia Indo-Cina.
Tumbuhan wuni telah dibudidayakan sejak zaman dahulu di Asia Tenggara. Wuni memiliki berbagai nama lokal di seluruh Asia Tenggara, seperti “wuni” (Cirebon), “cermai” (Malaysia), dan “luk ton” (Thailand).
Baca Juga:Dimanakah Letak Ibu Kota Majapahit?Masyarakat Adat Nusantara Memaknai 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia
Bukti arkeologi tertua tentang keberadaan buni ditemukan di situs arkeologi di Thailand yang berasal dari sekitar 5.000 tahun lalu.
Wuni juga banyak disebutkan dalam catatan sejarah dan pengobatan tradisional masyarakat Asia Tenggara. Dalam kitab ‘Serat Centhini’ yang berasal dari abad ke-19, wuni disebutkan sebagai salah satu buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Jawa.
Buah wuni telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti diare, disentri, dan sakit perut. Buah wuni mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan, di antaranya vitamin C, vitamin A, zat besi, dan kalium.
Pemanfaatan modern buah buni meliputi ekstrak untuk industri kosmetik, bahan baku obat modern, pemanfaatan genetik untuk pertanian, dan sumber bioenergi.
Saat tim caruban nagari menelusuri Blok Wuni bagian atau area spesifik dalam wilayah Dawuan di tempat pemakaman Blok Wuni terdapat satu pohon wuni. Tak jauh dari pohon tersebut, terdapat makam keramat yang diperlukan penelitian lebih lanjut.
Tampak makam tersebut terdapat pohon gempol atau nama latinnya nauclea orientalis.
Hal ini mengingatkan salah satu pedukuhan yang bernama Kemlaka. Pedukuhan ini pertama kali dibuka oleh Raden Mas Zakaria atau Ki Gede Buyut Kemlaka, yang bergelar Ki Muntalarasa.
Baca Juga:Mengapa Logo Perkumpulan Rahasia Itu Ada di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati?Kisah Jaka Tarub, Cerita Babad Tanah Jawi Versi V.L. Althof di Leiden
Kemlaka merupakan salah satu daerah penyangga dari perkembangan Islam yang sangat pesat di daerah Cirebon. Peran serta Ki Gede Kemlaka, dalam syiar Islam sangat dihormati oleh penguasa Cirebon, sehingga daerah Kemlaka dijadikan daerah istimewa dalam lingkungan Kerajaan Cirebon.
