Pertama Kalinya Sepanjang Sejarah Blok Wuni, Terungkap Nama Pohon di Kompleks Makam

Dokter David Fairchild, pertama kali membawa antidesma ke Florida pada tahun 1900-an dari salah satu ekspedisi
Dokter David Fairchild, pertama kali membawa antidesma ke Florida pada tahun 1900-an dari salah satu ekspedisinya ke Filipina.
0 Komentar

SEJARAH Dawuan, khususnya Blok Wuni di Cirebon, tidak banyak terdokumentasi secara rinci. Namun, nama Dawuan sendiri dalam bahasa Cirebon memiliki makna “ucapan luhur” yang ditujukan pada perkataan penting dari tokoh-tokoh berpengaruh.

Sementara itu, Blok Wuni kemungkinan merupakan salah satu bagian atau blok dalam wilayah Dawuan yang memiliki cerita atau sejarah tersendiri.

Blok Wuni kemungkinan adalah sebuah bagian atau area spesifik dalam wilayah Dawuan. Untuk mengetahui sejarah spesifik Blok Wuni, diperlukan penelitian lebih lanjut atau informasi dari masyarakat setempat.

Baca Juga:Dimanakah Letak Ibu Kota Majapahit?Masyarakat Adat Nusantara Memaknai 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Untuk memberi nama tempat tentunya tidak sembarangan, yang pasti disesuaikan dengan beberapa hal yang berkaitan dengan asal-usul daerahnya.

Selain nama-nama tempat yang mempunyai nilai-nilai historis tersebut di atas terdapat juga petilasan-petilasan para wali, misalnya di daerah Gunung Ciremai terdapat tempat berkumpulnya para wali untuk membahas perkembangan penyebaran Islam di tanah Jawa.

Adanya penamaan tempat-tempat atau daerah di Kabupaten Cirebon menimbulkan asumsi bahwa asal-usul nama daerah tersebut didasarkan pada adanya peristiwa atau kejadian yang melatarbelakangi keberadaannya.

Datangnya ajaran Islam ke daerah Cirebon dibawa oleh para ulama yang berpusat di daerah Muara Jati. Raden Walang sungsang yang diperintahkan oleh Syekh Dathul Kafhi untuk membuka lahan di sekitar Lemah Wungkuk sekarang dikenal sebagai daerah Tegal Alang-alang, untuk menyebarkan Ajaran Islam ke daerah selatan Cirebon, pada saat itu masih termasuk ke dalam kekuasan Galuh Pajajaran.

Penamaan Tegal Alang-Alang tidak terlepas dari kondisi tempat pada saat itu, yang banyak ditumbuhi sejenis rumput alang-alang. Perkembangan agama Islam sangat pesat setelah Syekh Syarif Hidayatullah memegang tampuk kekuasan di Kerajaan Cirebon. Perkembangan ini bukan hanya kekuasaan secara politik, tetapi juga secara sosial budaya. Untuk menunjang ekspansi kekuasaan perlu adanya daerah-daerah yang dikuasai.

Pembukaan lahan untuk pemukiman penduduk perlu adanya nama tempat untuk daerah tersebut. Penamaan suatu daerah tidak terlepas dari sejarah budaya daerah tersebut. Asal-usul nama tempat di Kabupaten Cirebon tidak terlepas dari peran Pangeran Cakrabuana dan Syekh Syarif Hidayatullah.

Penamaan satu tempat banyak yang berasal dari petatah petitih yang diucapkan oleh Pangeran Cakrabuana dan Syekh Syarif Hidayatulllah. Nama-nama tempat tersebut bisa terjadi hasil pekerjaan orang, perasaan orang, keadaan alam, sejenis nama pohon atau pun nama-nama benda yang ada pada saat daerah tersebut ditemukan.

0 Komentar