Jalan Kuno Pajajaran-Majapahit di Kawasan Hutan Poros Ciamis-Banjar, Ada Punden Berundak Mengarah Kiblat

Jalan sepetak tanah yang dilewati pun diperkirakan telah ada sejak abad ke-13.
Jalan sepetak tanah yang dilewati pun diperkirakan telah ada sejak abad ke-13.
0 Komentar

Menyusuri kembali jalan setapak sunyi, hingga sampai di area Situs Panyabungan Hayam berbentuk melingkar dan di tengahnya terdapat pohon bungur. Pada sisi utara terdapat tatanan batu

Mitos yang beredar di masyarakat, keberadaan pohon tersebut dipercayai sudah berusia ratusan tahun.

Konon, terdapat bekas luka dari pertarungan antara ayam Ciung Wanara dengan ayam raja.

Baca Juga:Ritual Ruwatan Bangsa di Candi NgawenBerikut 4 Fakta Ungkap Siapa Tokoh Siliwangi

Mitosnya, jika seseorang dapat memegang benjolan di pohon tersebut dengan mata tertutup, maka keinginannya akan tercapai.

Lebih lanjut, Situs Lambang Peribadatan berupa batu yang berada pada halaman yang dibatasi susunan batu berbentuk bujur sangkar, dengan jalan masuk di sisi timur. Di tengah halaman terdapat batu berdiri berbentuk segi empat panjang, yang dikelilingi susunan batu bulat.

Kemudian, Cikahuripan merupakan pertemuan dua sungai kecil yang bernama Citeguh dan Cirahayu. Saat ini, Cikahuripan digunakan sebagai tempat mandi untuk keperluan tertentu.

Terdapat mata air Cikahuripan dan dikatakan tak pernah kering, banyak orang mengambil air disana dalam botol atau dipakai untuk mencuci wajah dan tangan, mengharap berkah. Hanya saja, saat penelusuran Cikahuripan terlihat kering tidak ada air selama terdampak musim kemarau ini berlangsung.

Di area itu pula terdapat batu dolmen dan menhir yang disebut sebagai Panyandaan merupakan susunan batu berbentuk persegi yang menyerupai tembok batu, dengan celah di sisi timur sebagai jalan masuk. Di tengah struktur batu keliling terdapat batu berdiri dan batu datar berbentuk segitiga yang dikelilingi susunan batu kecil.

Di depan Situs Panyandaan terdapat tiga batu berdiri yang salah satunya dalam posisi condong, dan dikelilingi sebaran batu-batu bulat. Situs diyakini sebagai makam Sri Bhagawat Pohaci.

Lalu, Situs Pamangkonan yang berupa susunan batu berbentuk persegi dengan celah pada sisi timur sebagai jalan masuk.

Baca Juga:Wedana Bupati Mataram di Tatar Priangan Terbunuh, Makamnya di Kawasan Hutan Situs KarangkamulyanMengungkap Makam Tua di Pabrik Gula Karang Suwung

Di tengah situs terdapat susunan batu-batu bulat mengelilingi salah satu batu.

Di ujung jalan lainnya terdapat makam Adipati Panaekan, keturunan Kerajaan Galuh yang mendapat gelar Adipati dari Kerajaan Mataram.

Makam Adipati Panaekan berupa tatanan batu bersusun melingkar. Adipati Panaekan adalah tokoh yang menurunkan bupati pertama Ciamis.

0 Komentar