Jejak parit dijumpai di sekeliling situs inti, yang lebar dan kedalamannya cukup bervariasi. Pada sisi luar parit terdapat gundukan tanah membentuk benteng dengan tinggi sekitar 2 meter dan lebarnya bervariasi antara 3 hingga 4 meter.
Selama penelusuran sepanjang jalan purba ini, dijumpai banyak peninggalan yang menunjukkan peralihan masa Hindu-Buddha menuju masuknya pengaruh Islam. Salah satu buktinya dapat dilihat pada makam Adipati Panaekan yang berbentuk punden berundak, tetapi posisinya mengarah kepada kiblat.
Mengutip laman Dispar Kabupaten Ciamis, menurut penyelidikan tim arkeologi pada 1997, Situs Karangkamulyan merupakan peninggalan Kerajaan Galuh yang telah dihuni sejak abad ke-9.
Baca Juga:Ritual Ruwatan Bangsa di Candi NgawenBerikut 4 Fakta Ungkap Siapa Tokoh Siliwangi
Kesimpulan tersebut berkaca dari temuan keramik yang berasal dari zaman Dinasti Ming.
Ada mitos yang bikin bulu kuduk merinding. Meski kawasan ini tidak ditinggali harimau. Namun, jangan pernah menyebut nama hewan tersebut di sana.
Lantaran, pernah kejadian seorang pengunjung yang menantang ingin melihat harimau justru diganggu oleh penampakan harimau. Harimau tersebut tiba-tiba datang tepat di depan pengunjung tersebut. Akibatnya, ia lari ketakutan.
