Perjalanan Kabupaten Cirebon Timur dari Prabu Amuk Marugul hingga Kawasan Cultuurstelsel 1830

Gapura Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang.
Gapura Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang. (Rifqi)
0 Komentar

Pada era kolonial Hindia Belanda, Cirebon timur menjadi area yang sangat diperhatikan oleh pemerintah.

Daya tarik wilayah itu terlalu kuat sehingga ketika Cultuurstelsel berlaku pada tahun 1830 M, daerah ini segera difungsikan sebagai kawasan perkebunan. Dana swasta dari industri gula kolonial yang melimpah segera menghampiri kawasan ini.

Pembangunan pelbagai sarana dan prasarana pun digalakkan. Pada masanya, Cirebon timur adalah tanah yang menjanjikkan kesejahteraan dan indahnya kehidupan.

Baca Juga:Tolong Kembalikan! Arca Simbol Pemerintah Kediri Hilang Saat Museum Bagawanta Bhari Dijarah MassaRatu Laut Utara dari Cirebon hingga Banyuwangi, Sukar Ditelusuri

Latar belakang sejarah menjadi suatu hal yang penting bagi terbentuknya sebuah daerah, selain sebagai pondasi yang menopang megahnya bangunan yang akan dibangun, sejarah akan menjadi ibrah yang segala hikmah dan kebaikan di dalamnya bisa dijadikan sebagai pelajaran yang elok untuk diimplementasikan, baik dalam aspek sosial kemasyarakatan ataupun dalam aspek yang berkaitan dengan tata pemerintahan. Bagaimanapun, sejarah menjadi landasan yang akan memberi mereka arah.

0 Komentar