Pola permukiman dan perdagangan di Tatar Sunda menjadi alasan keempat. Wilayah pesisir utara Sunda lebih terhubung ke jaringan maritim Nusantara. Pusat kegiatan ekonomi lebih berorientasi pelabuhan daripada pedalaman agraris. Pola pemukiman ini tidak mendorong pembangunan kompleks monumental di pedalaman seperti di Jawa Tengah.
Alasan terakhir adanya kontroversi ilmiah, seperti di kasus Gunung Padang yang menunjukkan bagaimana klaim sensasional dapat menyesatkan pemahaman publik. Arkeologi modern menekankan pentingnya metode ilmiah ketat agar tidak terjebak spekulasi yang mengaburkan sejarah nyata.
Meski langka dan nyaris tidak ada, bukan berarti Tanah Sunda miskin warisan budaya. Situs seperti Batujaya dan Cangkuang memberi gambaran unik tentang keragaman tradisi Hindu–Buddha di luar koridor Mataram. Penelitian sistematis dan konservasi menjadi kunci agar generasi mendatang memahami mozaik sejarah Jawa.
