DI Pulau Jawa, candi menjadi saksi bisu kejayaan masa Hindu–Buddha. Nama-nama besar seperti Borobudur, Prambanan, dan kompleks Trowulan menempati urutan pertama deretan candi megah di tanah Jawa.
Namun ketika menoleh ke wilah Jawa bagian barat alias Tanah Sunda, peta persebaran candi tampak nyaris kosong. Fenomena inilah yang kerap memunculkan pertanyaan: mengapa di Jawa Barat seolah tidak ada candi?
Meski tidak setenar Jawa Tengah, Tanah Sunda juga memiliki peninggalan candi yang masih terjaga. Meski jejaknya jarang dan sifatnya berbeda, akibat sejarah politik, bahan bangunan, dan perubahan lanskap.
Baca Juga:Menelusuri Nisan Bertuliskan Arab di Kompleks Makam Blok Wuni Desa Dawuan CirebonPerjalanan Kabupaten Cirebon Timur dari Prabu Amuk Marugul hingga Kawasan Cultuurstelsel 1830
Jika kita mengamati peta candi-candi besar, titik konsentrasi jelas terlihat di Jawa Tengah (Borobudur, Gedong Songo, Prambanan) dan Jawa Timur (kompleks Majapahit di Trowulan, Candi Penataran).
Arkeolog Veronique Degroot dalam disertasi Candi, Space and Landscape: A Study on the Distribution of Temples in Java mencatat pusat-pusat kerajaan besar Sailendra, Mataram Kuno, dan Majapahit memusatkan pembangunan candi untuk kepentingan ritual negara dan legitimasi raja. Namun di luar wilayah tersebut temuan canti jauh lebih sedikit, termasuk di Jawa Barat.
Namun sedikit yang tahu jika Tanah Pasundah juga memiliki sejumlah situs penting. Contohnya adalah Candi Batujaya di Karawang. Di pesisir utara Karawang, komplek situs Batujaya mengungkap lebih dari 20 struktur bata yang diperkirakan berdiri antara abad ke-5 hingga ke-13.
Penelitian Balai Arkeologi dan sejumlah universitas menegaskan Batujaya sebagai pusat aktivitas keagamaan Buddha Mahayana awal. Berbeda dari Borobudur yang terbuat dari batu andesit, Batujaya memanfaatkan bata bakar, bahan yang lebih mudah rapuh di iklim tropis. Selain itu, struktur seperti Candi Jiwa dan Candi Blandongan menjadi bukti kuat pengaruh Hindu–Buddha telah hadir di Jawa Barat jauh sebelum berdirinya Kerajaan Sunda Pajajaran.
Di Garut juga ditemukan Candi Cangkuang. Candi itu berdiri kokoh di sebuah pulau kecil di tengah Situ Cangkuang. Candi batu sederhana berukuran sekitar 4,5 x 4,5 meter itu kerap disebut satu-satunya candi Hindu di Jawa Barat karena di dalamnya tersimpan arca Siwa yang menjadi bukti pemujaan Siwaisme.
