Festival Literasi Cirebon Bakal Digelar, Jawab Tantangan Minat Budaya Baca Kota Cirebon

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon adalah Gunawan, ATD., DEA,. (kiri), Bunda Literasi Kota C
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon adalah Gunawan, ATD., DEA,. (kiri), Bunda Literasi Kota Cirebon adalah Noviyanti Edo, S.E. (tengah) dan Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon Eka Purnomo S, M.Pd (kanan)
0 Komentar

Dilansir Cambridge Judge Business School, adanya Fix Book Price (FPB) berdampak positif pada toko buku agar tetap hidup dan orang dapat membeli buku dengan harga terjangkau. Selain itu, industri perbukuan di beberapa negara didukung oleh pajak rendah, biaya produksi efisien, serta jaringan distribusi yang kuat. Pemerintahnya juga memberikan subsidi dan menyediakan perpustakaan modern yang mudah diakses oleh warganya.

Beda halnya di Indonesia, biaya kertas yang masih bergantung pada impor, pajak yang lebih tinggi, minimnya perpustakaan, dan pasar buku yang relatif kecil membuat harga buku sulit turun. Jadi, bukan minat bacanya yang rendah namun ekosistem literasinya yang memang belum sepenuhnya mendukung terutama bagi kalangan masyarakat kalangan bawah di Indonesia.

Meski sering mendengar bahwa masyarakat Indonesia malas membaca, namun fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Budaya baca justru mulai tumbuh perlahan melalui berbagai komunitas dan platform di media sosial. Misalnya, munculnya kehadiran BookTok, Bookstagram, dan content creator buku di mana generasi muda aktif membangun ekosistem literasi mereka sendiri.

Baca Juga:Banjir di Aceh dan Tapanuli Pernah Terjadi di Tahun 1953Golden Book Saksi Bisu Perjalanan Sejarah Savoy Homann Kota Bandung

Berdasarkan data GoodStats (2024) menyampaikan, dengan adanya content creator seperti Bookstagram dapat meningkatkan minat baca terutama kalangan gen Z. Tidak hanya itu, komunitas buku baik offline atau online sudah mulai menjamur luas. Komunitas-komunitas ini rutin mengadakan kegiatan seperti diskusi buku, tukar buku, dan kelas membaca.

Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa permasalahannya adalah terhalang oleh akses yang serba minim. Bukan karena masyarakat yang malas. Bahkan, anak muda sekarang mulai mengembangkan kembali minat baca lewat media sosial.

Jadi, apa benar minat baca di Kota Cirebon rendah?

Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon akan menyelenggarakan Festival Literasi Kota Cirebon 2025. Terungkap dalam rapat persiapan Festival Literasi Kota Cirebon 2025, sebagai langkah awal menuju penyelenggaraan festival literasi terbesar di Kota Cirebon.

Acara ini direncanakan berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Desember 2025, dan akan menghadirkan berbagai kegiatan seperti lomba literasi, bedah buku, pameran budaya, hingga pameran UMKM. Keberagaman agenda tersebut menjadi bukti kuat upaya pemerintah kota dalam memperluas jangkauan literasi sekaligus mendorong geliat ekonomi kreatif di masyarakat.

0 Komentar