HOTEL Savoy Homann dipilih jadi tempat pertemuan para arsiparis, pengelola arsip, dan pemangku kepentingan kearsipan dari berbagai instansi di Jawa Barat, menurut Arsiparis Ahli Madya dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, Abdul Rauf Hamidi, S.IP., M.AP., tempat menginapnya para pemimpin dunia pada saat gelaran Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 yang lalu.
“Ada semangat mengunggah kesejarahan,” ujarnya saat ditemui dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IV Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Wilayah Provinsi Jawa Barat dengan tema “Transformasi Kompetensi dan Pengembangan Karir Jabatan Fungsional Arsiparis” di Hotel Savoy Homann, Bandung pada Kamis (27/11).
Dalam momentum bersejarah ini, dilakukan penyerahan Golden Book yang merupakan salah satu aset sejarah paling berharga milik Hotel Savoy Homann kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat untuk proses alih media dan pelestarian arsip.
Baca Juga:Keberadaan Benda-Benda Berharga Ini Masih Misterius dan Paling DicariSejumlah Situs Bersejarah Bawah Tanah: Labirin Nazi hingga Tempat Paling Berhantu di Amerika Serikat
Golden Book tersebut memuat catatan tamu-tamu penting yang pernah menginap di Savoy Homann sejak masa awal operasinya, termasuk tokoh-tokoh nasional maupun internasional yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah hotel dan Kota Bandung.
Penyerahan simbolis dilakukan di Grand Ballroom Hotel Savoy Homann, disaksikan oleh para peserta rapat kerja dan perwakilan instansi terkait. Langkah ini menegaskan komitmen Hotel Savoy Homann dalam menjaga, merawat, dan melestarikan warisan sejarah, sekaligus mendukung Dispusipda Jawa Barat dalam upaya memastikan arsip bersejarah dapat terdokumentasikan secara profesional sesuai standar kearsipan modern.
Melalui kerja sama ini, diharapkan Golden Book dan aset-aset histori lainnya dapat terjaga keberlanjutannya, serta dapat menjadi rujukan penting bagi penelitian, edukasi publik, dan pelestarian memori kolektif masyarakat Jawa Barat.
“Kearsipan di era digital menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Arsip bukan lagi sekadar tumpukan dokumen yang disimpan di gudang, melainkan sumber data dan fakta yang vital sebagai dasar rekomendasi kebijakan, percepatan pembangunan dan bukti akuntabilitas kinerja pemerintah,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IV Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Wilayah Provinsi Jawa Barat dengan tema “Transformasi Kompetensi dan Pengembangan Karir Jabatan Fungsional Arsiparis” di Hotel Savoy Homann, Bandung pada Kamis (27/11).
