Golden Book Saksi Bisu Perjalanan Sejarah Savoy Homann Kota Bandung

penyerahan Golden Book yang merupakan salah satu aset sejarah paling berharga milik Hotel Savoy Homann kepada
Penyerahan Golden Book yang merupakan salah satu aset sejarah paling berharga milik Hotel Savoy Homann kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat untuk proses alih media dan pelestarian arsip.
0 Komentar

Sebagai informasi, Hotel Savoy Homann sesuai namanya, pemilik penginapan ini awalnya adalah keluarga Homann. Mereka berasal dari Jerman yang pindah ke Bandung pada 1870. Saat itu, pemerintah kolonial memberlakukan hukum agraria yang mengizinkan perusahaan-perusahaan swasta ataupun perorangan untuk memiliki tanah garapan di Hindia Belanda. Hotel Savoy Homann pada era ini masih berupa rumah bilik bambu yang dimanfaatkan untuk penginapan.

Dalam catatan R Teuscher, warga Jerman yang tinggal di Jl Tamblong, pada 1874 hanya ada tujuh bangunan berdinding tembok batu di Bandung. Wajar saja, kota ini pada masa itu masih berupa een kleine berg dessa alias desa pegunungan yang mungil. Penduduknya hanya berjumlah 18 ribu jiwa. Orang-orang Eropa yang datang ke tempat ini pun “terpaksa” berbaur dengan masyarakat pribumi.

Pada era pendudukan Jepang, Savoy Homann sempat menjadi asrama para opsir Jepang. Pada 1945, hotel ini diserahkan kepada Belanda dan difungsikan sebagai gedung Palang Mereh Internasional. Setahun sesudahnya, barulah Savoy Homann dikembalikan pada JA van Es. Ia mengelola hotel ini sampai wafat pada 1952

Baca Juga:Keberadaan Benda-Benda Berharga Ini Masih Misterius dan Paling DicariSejumlah Situs Bersejarah Bawah Tanah: Labirin Nazi hingga Tempat Paling Berhantu di Amerika Serikat

Berbagai peristiwa penting sejarah bergulir dari waktu ke waktu di kota ini. Salah satunya adalah Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan pada 18-24 April 1955.

Kala itu, tokoh-tokoh pemimpin dunia datang ke Bandung untuk menghadiri konferensi tersebut. Di antara mereka ada Pandit Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India), Gamal Abdul Nasser (Presiden Mesir), dan Cho En Lai (Perdana Menteri Cina).

Kini, Savoy Homann masuk dalam daftar bangunan bersejarah di Bandung. Status cagar budaya membuat hotel ini masih mempertahankan sebagian besar desain asli bangunannya. Di antaranya, terdapat sebuah gedung lama di pekarangan belakang hotel yang sekarang berfungsi sebagai kantor administrasi.

0 Komentar