“Kami berharap ini menjadi pengingat untuk mengembalikan marwah Cirebon sebagai daerah yang berakar pada panatagama, kultur budaya, serta nilai-nilai juang yang membentuk jati diri masyarakat Cirebon,” pungkasnya
Sementara itu, Kepala Dispusip Kota Cirebon, Gunawan menjelaskan bahwa Festival Literasi 2025 berlangsung selama lima hari, mulai 8-12 Desember. Festival ini tidak hanya menumbuhkan budaya baca, tetapi juga memperkuat ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami ingin festival ini menjadi ruang belajar yang terbuka untuk semua, bukan sekadar acara seremonial,” ujarnya.
Baca Juga:Festival Literasi Kota Cirebon, Kunci Utama Bentuk Masyarakat dengan Daya Nalar TinggiFestival Literasi Cirebon Bakal Digelar, Jawab Tantangan Minat Budaya Baca Kota Cirebon
Rangkaian kegiatan festival sangat beragam, mulai dari talkshow literasi, workshop, bedah buku, bedah naskah kuno, dongeng anak, hingga sesi berbagi wawasan dengan psikolog anak. Ada pula lomba membaca, lomba mewarnai, pertunjukan seni, serta parade band yang melibatkan banyak komunitas lokal. Kepala Dispusip berharap berbagai aktivitas ini dapat menjadi inspirasi dan memantik minat baca serta kreativitas warga sejak usia dini.
