SEBAGAI bentuk penghormatan terhadap salah satu sosok pejuang asal Cirebon pada zaman kolonial. Dispusip Kota Cirebon melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Penyelamatan Arsip Cecep Supriadi menyerahkan cinderamata berupa lukisan tokoh pejuang Ki Bagus Rangin karya perwakilan Lembaga Seni dan Budaya Cirebon, Wawan Hernawan kepada Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.
Penyerahan tersebut dilakukan usai pembukaan Festival Literasi Cirebon pada Senin (9/12/2025) yang berlangsung di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon.
Sebagai informasi, sosok Bagus Rangin dalam arsip kolonial. Dua di antaranya adalah bundel Cheribon Nomor 39/8 (koleksi Arsip Nasional RI) dan Indische Archief Tijdschrift de Indien, Jilid III tahun 1850.
Baca Juga:Festival Literasi Kota Cirebon, Kunci Utama Bentuk Masyarakat dengan Daya Nalar TinggiFestival Literasi Cirebon Bakal Digelar, Jawab Tantangan Minat Budaya Baca Kota Cirebon
Lalu, surat dari Raden Dipati Natadireja (seorang pejabat pribumi) kepada Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1808-1811). Surat yang ditulis pada tanggal 5 Jumadil akhir Tahun Dal 1223 Jawa (25 Juli 1808) itu merupakan koleksi Arsip Nasional Republik Indonesia dan dan diberi kode ID-ANRI K66a, File 3569, Folio 39-42.
Melalui surat itu, Natadireja melaporkan tentang bahwa banyak pejabat di Cirebon, terutama pejabat rendah, justru memilih bergabung dengan kaum pemberontak. Ia pun melaporkan bahwa pemberontakan itu dipimpin oleh tiga tokoh yang sangat disegani, yakni Kulur, Rangin, dan Draham.
Perwakilan Lembaga Seni dan Budaya Cirebon, Wawan, yang hadir bersama Bambang, menjelaskan bahwa lukisan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada salah satu tokoh besar dalam sejarah perjuangan rakyat Cirebon.
“Apa yang kami berikan kepada Wali Kota Cirebon adalah lukisan tokoh pejuang yang bernama Ki Bagus Rangin, sosok yang menolak segala bentuk penjajahan pada masanya,” ujarnya.
Wawan mengungkapkan bahwa Ki Bagus Rangin dikenal sebagai pemimpin Perang Kedongdong yang berlangsung di wilayah Cirebon antara tahun 1802 hingga 1818. Perang tersebut merupakan salah satu catatan penting dalam sejarah perlawanan rakyat Cirebon terhadap penjajahan.
“Ki Bagus Rangin adalah tokoh yang berperan besar dalam perjuangan melawan penjajah pada masa Perang Kedongdong,” ungkapnya.
Melalui pemberian cinderamata ini, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat terus menumbuhkan kembali nilai-nilai perjuangan serta marwah budaya Cirebon. Ia menekankan pentingnya upaya pelestarian sejarah sebagai dasar pembentukan karakter masyarakat Cirebon.
