Illuminati, Organisasi Rahasia yang Melahirkan Banyak Teori Konspirasi

Simbol illuminati
Simbol illuminati
0 Komentar

Khotbah mereka diterbitkan di berbagai surat kabar. Maka muncullah pelbagai penolakan terhadap gerakan Illuminati yang mendapatkan momentum di sekitar 1820-an seiring dengan munculnya gerakan anti-Mason.

Menjadi Budaya Populer

Di era modern, ketertarikan terhadap Illuminati dimulai ketika novelis Robert Shea dan Robert Anton Wilson menerbitkan novel The Illuminatus! Trilogy yang menempatkan gerakan Illuminati sebagai konspirator utama dan memengaruhi berbagai keputusan penting yang menentukan jalannya peradaban dunia. Para penulis lain seperti Mark Dice, David Icke, Texe Marrs, Ryan Burke, Jüri Lina, dan Morgan Gricar berpendapat bahwa Illuminati Bavaria terus bertahan.

Barangkali, novel yang paling populer mengangkat konspirasi di sekitar Illuminati adalah Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco yang terbit pada 1988, dan Angels and Demons karya Dan Brown yang terbit pertama kali tahun 2000.

Baca Juga:Latar Belakang Revolusi Prancis 1789: Krisis, Ketimpangan, dan Runtuhnya MonarkiRevolusi Amerika dan Pengaruh Besarnya terhadap Demokrasi Dunia

Meskipun tidak menggunakan sumber-sumber dan metode sejarah yang solid dalam penulisannya, namun novel-novel itu sukses mewariskan kesan misterius dalam Illuminati.

Selain itu, teori konspirasi di sekitar Illuminati diperkuat oleh Myron Fagan–tokoh penting dalam gerakan teori konspirasi–yang berusaha mencari bukti-bukti yang mengaitkan banyak peristiwa penting dalam sejarah dunia dengan Illuminati. Sebelum meninggal pada 1972, ia serius menggarap penelitian ekstensif. Beberapa di antaranya seperti Pertempuran Inggris-Prancis di Waterloo, Revolusi Prancis, hingga peristiwa pembunuhan presiden AS John F. Kennedy: semua dicari benang merah keterkaitannya dengan Illuminati.

Kesan misterius Illuminati juga menghasilkan banyak perbedaan dalam menilai sikap serta tujuan kegiatan gerakan itu. Augustin Barruel melihatnya secara negatif. Meski Barruel menganggap Weishaupt mengutamakan kesetaraan dan kebebasan serta kemerdekaan individu di atas kepentingan lain, ia menilai tujuan ini lebih banyak membahayakan ketimbang menguntungkan publik. Sementara John Robison (pengarang buku Proofs of a Conspiracy) bahkan melihat misi Illuminati sebagai sebuah persekongkolan jahat.

Thomas Jefferson justru punya pandangan lain. Dalam sepucuk suratnya kepada James Madison, ia mengatakan bahwa Weishaupt adalah seorang filantropis yang baik. Alih-alih membubarkan peran agama, imbuhnya, ia justru memulihkan sifat alami agama yang penuh dengan moralitas sekaligus mengajarkan pada manusia tentang cara-cara mengatur diri sendiri dengan hadirnya kebebasan.

0 Komentar