Siapa Bhumi Segandu?

Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu saat melakukan ritual di Pendopo Nyi Ratu Kembar, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019). Setiap malam jumat kliwon dalam tiap bulannya Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu dengan ciri khasnya bertelanjang dada dan mengenakan celana pendek hitam-putih berkumpul melatunkan Kidung Alas Turi Dan Pujian Alam secara bersama-sama. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu saat melakukan ritual di Pendopo Nyi Ratu Kembar, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019). Setiap malam jumat kliwon dalam tiap bulannya Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu dengan ciri khasnya bertelanjang dada dan mengenakan celana pendek hitam-putih berkumpul melatunkan Kidung Alas Turi Dan Pujian Alam secara bersama-sama. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
0 Komentar

Tome Pires dalam The Summa Oriental menambahkan bahwa masyarakat di utara Tatar Pasundan wilayah Cimanuk dan Bantaran Jati pada 1513 sudah beragama Islam. Palabuhan Pasundan lainnya seperti Banten, Pontang, Chequide (Cikande), Tamgaram (Tanggerang), dan Sunda Kelapa sudah banyak disinggahi pedagang dari Malaka, Palembang, Fansyur, Tanjungpura, dan daerah-daerah lainnya.

Itulah sebabnya menusia Cirebon-Dermayon memiliki karekter budaya tersendiri, kerap tuturkan kearifan tinutur kultur bumi segandubahwa sangu urip dudu emas dudu pari, tetapi guna kaya purun ingkang den antepi nuhoni trah utama.  (Bekal hidup bukan pada gemerlap harta emas mutu manikam, tetapi pada kekayaan akal, kalbu dan orioentasi istiqamah menjadi manusia utama). Apa itu menusia utama? Sunan Gunung Jati menyebutnya menusia yang bisa dititipi tajug lan fakir miskin. Dalam ruang kosmis yang lebih mendalam terhubung dengan Tuhan dan menyayangi sesama manusia.

Tandi Skober sendiri melihat bahwa hal ini bisa nampak dalam  the eloquency of silence,  kefasihan dalam kebisuan dinding sejarah peteng Cirebon-Dermayon. Sesuatu yang gelap heneng hening eling yang membuat manusia tertunduk dalam diam. Sirdata Gautama pun demikian ketika diam, maka pencerahan akan didapat, dalam diam suara risau akan mengalir hingga jauh. Walau pun dalam diam, diam-diam kita menyadari bahwa republik ini selalu saja ada rezim kekuasaan yang dibangun berdasar kartel-kartel politik yang menjijikan yang di dalamnya ada banyak kekuasaan oligarki bersifat holistic.

Baca Juga:Orang-Orang Arab dalam Penyebaran Islam di CirebonOrang-orang Tiongkok di Kesultanan Cirebon

Manunggaling kawula gusti khas Cirebon-Dermayon yang memposisikan kawula dan gusti sebagai kesatuan substansional multi entik, suara kawula adalah suara gusti telah mengilhami teolog  abad pertengahan, Alcuin (735-804 lewat frasa bahwa Vox Populi Vox Dei (Suara Rakyat adalah Suara Tuhan). Pada saat yang sama para teolog Korea mengembangkan konsep “minjung” (rakyat) sebagai pilar utama demokratisasi. “All political theology, should be no more and no less than folk political theology, political theology of the people.”

0 Komentar