Siapa Bhumi Segandu?

Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu saat melakukan ritual di Pendopo Nyi Ratu Kembar, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019). Setiap malam jumat kliwon dalam tiap bulannya Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu dengan ciri khasnya bertelanjang dada dan mengenakan celana pendek hitam-putih berkumpul melatunkan Kidung Alas Turi Dan Pujian Alam secara bersama-sama. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu saat melakukan ritual di Pendopo Nyi Ratu Kembar, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019). Setiap malam jumat kliwon dalam tiap bulannya Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu dengan ciri khasnya bertelanjang dada dan mengenakan celana pendek hitam-putih berkumpul melatunkan Kidung Alas Turi Dan Pujian Alam secara bersama-sama. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
0 Komentar

Artinya: Semua teologi politik seharusnya menjadi teologi politik rakyat dan teologi politik tentang rakyat. Pada temu-temu tertentu, manusia Cirebon-Dermayon kerap menjelma sebagai terub nagari (pelindung negara)Hal ini bisa terdekonstruksi melalui pengusiran Portugis dari Sunda Kelapa yang di ganti menjadi Jayakarta (Fathan Mubina) oleh Fathillah Khan.

Kini kidung bhumi segandu sayup-sayup terdengar kembali dalam pekat malam berbintang, mengingatkanku akan do’a emak setalah shalat malam “Mugia sira besuk uripe mulia cung, derajate sing duwur, keceluk lan manfaat, kanggo wong sejagat buana.”(Semoga kelak hidupmu mulia nak, punya derajat yang tinggi, menjadi orang terkenal dan bermanfaat bagi manusia sedunia). (*)

0 Komentar