Sarwadadi, Dulu Kerajaan Kuno di Cirebon

1661766 622938564455299 3969880052389986789 n
Kabuyutan Krapyak dan sumur kuno di Sarwadadi diduga peninggalan Wanagiri atau bahkan Indraprahasta.
0 Komentar

Dalam naskah “Negara Kretabhumi’ sargah I parwa I” disebutkan ‚ sejak tahun 80 saka hingga 230 saka (308 M), banyak kelompok pendatang yang menumpang berbagai perahu dari negeri Bharata dan Bhenggali yang bermukim di Nusantara. Tiba dari daerah Gangga India.

Di antara mereka yang berasal dari negeri Bharata (India) terdapat Resi Waisnawa, mereka mengajarkan agamanya kepada penghulu masyarakat, tempat mereka bermukim, khususnya di Jawa Barat. Sedangkan Resi Syaiwa banyak yang bermukim di Jawa Timur. Di antara penganut agama Hindu bermadzhab Batara Wisnu tersebut adalah Maharesi Sentanu Murti.

Sementara dari cerita tutur di Desa Sarwodadi dikisahkan bahwa Resi Sentanu datang dari India yaitu dari hulu Sungai Gangga di Himalaya. Mendarat di pesisir Jawa  setelah melihat Burung Cangak (Bango) yang banyak bersarang di Gunung Cangak. Seribu tahun lampau jajaran perbukitan ini dekat dengan garis pantai.

Baca Juga:Kisruh Perebutan Takhta Keraton Kasepuhan Cirebon, Negara Harus HadirPN Kota Cirebon Tegur Ahli Waris Alexander Radja Radjadiningrat Laksanakan Isi Putusan

Resi Sentanu kemudian menjadikan kawasan Gunung Cangak, juga Cimandung sebagai kawasan suci dan dianggap anak Gunung Himalaya. Gunung Cangak ini merupakan salah satu puncak gunung diantara beberapa puncak lainnya yang berdekatan, seperti Gunung Cimandung dan Gunung Lingga yang juga sarat dengan jejak arkeologis.

Sebutan gunung-gunung tersebut lebih merupakan puncak-puncak bukit yang berada lereng Gunung Ceremai. Sehingga dalam naskah disebutkan bahwa kerajaan Indraprahasta didirikan Resi Sentanu di Gunung Ceremai.  Perahu yang digunakan Resi Sentanu saat mendarat di pesisir terdapat di Gunung Cimandung saat ini dikenal sebagai Batu Perahu.

Namun  pada abad 8 M,  Indraprahasta yang saat itu dipimpin Prabu Wiratara (719 M-123 M) dilululuhlantakkan Sanjaya yang membalas dendam karena Indraprahasta telah membantu Purbasora menggulingkan tahta ayahnya, Sang Sena penguasa Galuh.

Indraprahasta membantu Purbasora karena adik Prabu Wiratara yang bernama Citrakirana menikah dengan Purbasora (putra Sempakwaja). Setelah Indraprahasta hancur maka tahun 719 M Sanjaya mengangkat menantu Padmahariwangsa, yaitu Adipati Kusala,  Raja Wanagiri (719-727) untuk berkuasa di bekas tanah Indraprahasta.  ‘Sirna ing bumi Indraprahasta’  ditulis dalam Pustaka Rajya-rajya i Bhumi Nusantara III/2 :“Ikang rajya Indraprahasta wus sirna dening Rahyang Sanjaya mapan kasoran yuddha nira. Rajya Indraprahasta kebehan nirakaprajaya sapinasuk kadatwan syuhdrawa pinaka tan hana rajya manih i mandala Carbon Ghirang. Wadyanbala, sang pameget, nanawidhakara janapada, manguri, sang pinadika, meh sakweh ira pejah nirawaceca. Kawalya pirang siki lumayu humot ring wana, giri, iwah, luputa sakeng satrwikang tanhana karunya budhi pinaka satwakura.”

0 Komentar