Sarwadadi, Dulu Kerajaan Kuno di Cirebon

1661766 622938564455299 3969880052389986789 n
Kabuyutan Krapyak dan sumur kuno di Sarwadadi diduga peninggalan Wanagiri atau bahkan Indraprahasta.
0 Komentar

Artinya : Kerajaan Indraprahasta itu telah musnah oleh Rahyang Sanjaya karena kalah perangnya. Seluruh Kerajaan Indraprahasta ditundukan termasuk keratonnya hancur lumat seakan-akan tidak ada lagi kerajaan didaerah Cirebon Girang. Angkatan perang, pembesar kerajaan, seluruh golongan penduduk, penghuni istana, para terkemuka, hampir seluruhnya binasa tanpa sisa. Hanya beberapa orang yang berhasil melarikan diri bersembunyi di hutan, gunung dan sungai yang terluput dari musuh yang tidak mengenal belas kasihan seperti binatang buas.

Bukti primer seperti prasasti yang menegaskan keberadaan kerajaan Indraprahasta memang belum ditemukan, mengingat dari keterangan naskah diatas jejak peradaban Indraprahasta seperti bangunan keratonnya dihancurkan, seakan-akan tidak ada lagi kerajaan didaerah Cirebon Girang.

Sumber sekunder yang menjadi rujukan mengenai kerajaan tersebut diantaranya didapat dari Naskah Wangsakerta. Namun tak bisa diabaikan bahwa sumber-sumber lain seperti toponimi, sungai, desa dan adat tradisi di kawasan bekas kekuasaan Indraprahasta masih bisa ditemui.  Seperti nama Cimandung dan Gunung Cangak yang sejak awal sudah dikenal semasa Maharesi Sentanu.

Baca Juga:Kisruh Perebutan Takhta Keraton Kasepuhan Cirebon, Negara Harus HadirPN Kota Cirebon Tegur Ahli Waris Alexander Radja Radjadiningrat Laksanakan Isi Putusan

Sampai saat ini Situs Cimandung walau disebut sebagai Patilasan Mbah Kuwu Sangkan dan Nyimas Ratu Cempa Mulia masih menyiratkan kawasan yang disakralkan sejak zaman Indraprahasta sampai zaman Cirebon Girang. Di Kawasan ini banyak terdapat sumur-sumur dan mata air yang dikeramatkan.

Jejak artefak yang patut dicurigai dari masa Indraprahasta atau Wanagiri juga terdapat di komplek Taman Air Sunyaragi, yaitu sebuah arca yang sudah sangat aus yang dikenal masyarakat sebagai arca Haji Malela.

Ikonografi Arca ini sangat langka, karena menggambarkan perwujudan dewa yang sedang duduk di atas yoni dan belum ditemukan pembandingnya.  Sejauh ini belum ada kajian tentang arca Haji Malela di Sunyaragi. Selain itu jejak artefak juga terdapat di Pejambon Kecamatan Sumber, yang bertetangga dengan Kecamatan Talun.

Demikian pula Kabuyutan Krapyak dan sumur kuno di Sarwadadi juga patut dicurigai peninggalan Wanagiri atau bahkan Indraprahasta. Temuan lingga yang patah juga didapatkan penulis di Pemakaman Pangeran Drajat yang berada tepat di pinggir Kali Kriyan. Kemudian Di Pejambon terdapat puluhan arca berbagai bentuk yang tersimpan di sebuah bangunan permanen, namun yang tersisa sekitar 20 arca yang diduga kuat peninggalan Indraprahasta maupun Wanagiri.

0 Komentar