Peristiwa Puputan Bayu, Perang di Blambangan

perang
Lukisan Puputan Bayu (NET)
0 Komentar

Para pejuang Blambangan melakukan serangan umum dan mendadak terhadap serdadu VOC. Prajurit Blambangan di bawah kepemimpinan Jagapati maju ke medan tempur dengan membawa golok, keris, pedang, tombak, dan senjata api yang diperoleh hasil rampasan dari tentara VOC.

Menghadapi itu, VOC mengerahkan 10 ribu personel dilengkapi senjata canggih termasuk alat-alat berat. Mereka menghabiskan 8 ton emas untuk biaya perang. VOC dalam hal ini sebenarnya merugi, karena apa yang dikeluarkan ternyata tak sepadan dengan apa yang didapat. Blambangan tidak memberikan keuntungan yang signifikan bagi Belanda selama berkuasa di Indonesia.

Kemudian, terjadilah Puputan Bayu, perang besar-besaran di tanah Banyuwangi. Serangan pejuang Bayu yang mendadak, membuat pasukan VOC terdesak. Ketika posisinya terus terdesak, mereka mundur dan lari meninggalkan semua perlengkapan perang. Pejuang Bayu mengejar pasukan VOC.

Baca Juga:Jenazah Stalin Dipindahkan dari Makam LeninIndonesia Merebut Papua Barat dari Nugini

Saat itulah pasukan VOC banyak yang terperosok dalam jebakan yang dinamakan sungga (parit yang di dalamnya dipenuhi sunggrak) yang telah dibuat oleh pejuang Bayu. Pasukan VOC yang terjebak dan dihujam dari atas. Belanda menyatakan serangan ini sebagai de dramatische vernietiging van Compagniesleger (kehancuran dramatis pasukan kompeni).

Pertempuran berakhir dengan kemenangan pasukan Jagapati. Pemimpin VOC, Vaandrig Schaar dan Comet Tinne, tewas. Ratusan prajurit Madura yang dibawa VOC juga nyaris tanpa sisa.

Perang Tersadis Nusantara

Kemenangan Blambangan dibalas VOC setahun kemudian. Serdadu Belanda mendatangkan ribuan prajurit tambahan dari Madura, Surabaya, dan Besuki. VOC juga mendirikan benteng di dekat Bayu untuk mengontrol pasukan Jagapati.

Lumbung-lumbung padi milik pasukan Jagapati dibakar hingga kelaparan menyerang, disusul kematian, dan penyakit mewabah. Pasukan Jagapati terus berkurang. Oktober 1772, pasukan Jagapati dipatahkan.

Pangeran Jagapati tewas dalam pertempuran tersebut. Tubuh dan kepala para prajurit Blambangan yang tewas digelantungkan di pepohonan sekitar benteng. Menurut Sejarawan Sri Margana, ini adalah peperangan tersadis dalam sejarah Indonesia.

Benedict R Anderson dalam bukunya mengatakan, akibat perang ini sekitar 60.000 rakyat Blambangan (Banyuwangi) gugur, hilang, atau pun menyingkir ke hutan untuk menyelamatkan diri dari VOC. Angka tersebut dianggap sangat besar karena jumlah penduduk Blambangan waktu itu 65.000 orang.

0 Komentar