Peristiwa Puputan Bayu, Perang di Blambangan

perang
Lukisan Puputan Bayu (NET)
0 Komentar

Tanggal terjadinya peperangan ini, 18 Desember, pada akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Banyuwangi karena menjadi cikal bakal terbentuknya wilayah tersebut.

Perang ini juga mengubah peta demografi di kawasan Blambangan dan sekitarnya. Dari yang awalnya dihuni mayoritas etnis Jawa Osing menjadi etnis suku Madura. Orang Madura telah merebut para wanita dan anak-anak Blambangan sebagai hasil rampasan perang.

Wikkerman (residen di Blambangan pada tahun 1800-1818) melaporkan bahwa sensus penduduk pertama setelah berdirinya kabupaten Banyuwangi jumlah penduduk belum mencapai 300 keluarga. Sebelum perang berlangsung, Blambangan berpenduduk 65 ribu jiwa, yang 60 ribu orang telah meninggal dunia akibat perang puputan Bayu. Penduduk Blambangan hanya tersisa sekitar 5 ribu jiwa.

Baca Juga:Jenazah Stalin Dipindahkan dari Makam LeninIndonesia Merebut Papua Barat dari Nugini

Hampir habisnya penduduk Blambangan akibat perang, pihak VOC mendatangkan tenaga kerja dari luar Blambangan untuk mengolah tanah-tanah pertanian yang kosong. Mereka ditempatkan di rumah penduduk yang kosong yang ditinggalkan ketika perang. Akibat kedatangan berbagai macam penduduk dari luar Blambangan, menjadikan Blambangan berpenduduk sangat majemuk terutama masuknya etnis Madura setelah perang. (*)

0 Komentar