Begini Canggihnya KRI Rigel yang Bantu Cari Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang Jatuh

ErTh dqUUAA6MgZ
TNI-AL menerjunkan KRI Rigel-933 dgn AUV (Autonomous Underwater Vehicle), ROV (Remotely Operated Vehicle), SSS (Side Scan Sonar), AWS (Automatic Weather Station), CTD (Conductivity Temperatureand Depth)
0 Komentar

KRI Rigel juga dilengkapi Remotely Operated Vehicle (ROV), Laser Scaner –untuk mengambil gambar daratan, Side Scan Sonar, Automatic Weather Station, serta Echosounder Multibeam laut dalam dan singlebeam, hingga peralatan Conductivity Temperature Depth (CTD), dan Gravity Cores.

Secara fisik, KRI Rigel terbuat dari alumunium dengan bobot 560 ton. KRI Rigel memiliki panjang 60,1 meter dan lebar 11,5 meter.

Sebelumnya, KRI Rigel milik Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) juga jadi kekuatan penting dalam evakuasi pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, 29 Oktober 2018. Selain evakuasi, KRI Rigel juga dikerahkan untuk mencari kotak hitam (black box) Lion Air JT 610.

Baca Juga:Dari Kedalaman 23 Meter di Permukaan Laut, Ini Sejumlah Barang yang Ditemukan KopaskaUsianya Lebih dari 26 Tahun, Sriwijaya Layak Terbang?

Saat itu KRI Rigel melakukan deteksi kedalaman full covered dengan menggunakan teknologi Multibeam Echosounder EM2040 dan Side Scan Sonar. Teknologi itu digunakan untuk mencitrakan badan pesawat dan High Precision Accoustic Positioning (HIPAP) dengan frekuensi A dan B.

Selain KRI Rigel, otoritas kala itu juga melibatkan armada lain, misalnya KN SAR Basudewa Jakarta, Kapal Baruna Jaya, hingga Kapal Pertamina. Seluruh armada itu dikerahkan di daerah prioritas pertama.

Sementara, untuk daerah prioritas kedua, pencarian dilakukan oleh 15 kapal Basarnas, Kementerian Perhubungan, Polair, KPLP, juga Bea Cukai. Luas area pencarian kala itu ditentukan 124,3197 nautical mile dengan luas daerah prioritas pertama 62 nautical mile. (*)

0 Komentar