CARUBAN NAGARI-Basarnas mengerahkan pesawat, helikopter, serta sejumlah kapal, termasuk KRI Rigel dalam operasi pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Apa kecanggihan KRI Rigel? Seperti apa spesifikasinya? Operasi penting apa yang pernah melibatkannya?
KRI Rigel adalah kapal yang memiliki kemampuan spesifik untuk mengambil gambar tiga dimensi di bawah laut. Panglima Koarmada I Laksamana Muda Abdul Rasyid mengatakan, KRI Rigel akan difokuskan untuk menangkap berbagai citra di sekitar lokasi pencarian SAR.
Untuk melakukan deteksi kedalaman full covered itu, KRI Rigel akan menggunakan Multibeam Echosounder EM2040 dan Side Scan Sonar. Teknologi tersebut untuk mencitrakan badan pesawat dan High Precision Acoustic Positioning (HIPAP) dengan Frekuensi A dan B.
Baca Juga:Dari Kedalaman 23 Meter di Permukaan Laut, Ini Sejumlah Barang yang Ditemukan KopaskaUsianya Lebih dari 26 Tahun, Sriwijaya Layak Terbang?
“Kita akan menggunakan KRI Rigel untuk melakukan foto tiga dimensi di bawah air. Apabila sudah ditemukan, kita akan melakukan pencarian,” kata Panglima Koarmada I, Laksama Muda TNI Abdul Rasyid di Dermaga JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu malam (9/1/2021).
Diketahui, KRI Rigel-933 pernah sukses membantu evakuasi pencarian kotak hitam pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang pada 2018 lalu.
KRI Rigel secara umum adalah kapal yang digunakan TNI AL untuk menyediakan data hido-oseanografi atau peta laut untuk navigasi pelayaran. KRI Rigel disebut sebagai kapal survei bawah laut paling canggih di Asia untuk jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO).
Menurut catatan, KRI Rigel didatangkan atas kerja sama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dengan OCEA Prancis. Selain sebagai kapal survei, KRI Rigel 933 juga dapat digunakan untuk operasi militer. KRI Rigel memiliki persenjataan mitraliur berkaliber 20 milimeter dan kaliber 12,7 milimeter.
Selain itu, KRI Rigel juga mumpuni dalam kegiatan SAR, sebagaimana hari ini diturunkan untuk pencarian Sriwijaya Air SJ 182. Secara spesifik, KRI Rigel adalah kapal berenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV).
Terkait dengan pencitraan bawah laut, KRI Rigel dilengkapi peralatan Autonomous Underwater Vehicle (AUV). Peralatan ini berfungsi untuk kegiatan pencitraan bawah laut hingga kedalaman seribu meter. Dengan teknologi itu, KRI Rigel juga dapat mengirim kembali data secara periodik ke kapal utama, dalam hal ini adalah kapal BHO.
