CARUBAN NAGARI-Badan Keamanan Laut RI (Bakamla) mencegat kapal survei berbendera China di Selat Sunda pada Rabu malam (13/1/2021).
Baca:
Kapal survei China Xiang Yang Hong 03 ini diketahui sedang berlayar di perairan Selat Sunda dengan kecepatan 10,9 knots dan haluan ke barat daya.
Berdasarkan pantauan, kapal tersebut telah mematikan Automatic Identification System (AIS) sebanyak tiga kali selama melintasi alur laut kepulauan Indonesia.
Baca Juga:Ganti Rugi Rp1,25 Miliar dari Sriwijaya Air SJ-182, Ada 4 Santunan Hak Setiap Penumpang, Ini DaftarnyaTolak Vaksin, Pernyataan Lengkap Ribka Tjiptaning di Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin
AIS merupakan sistem pelacakan kapal otomatis yang memberikan informasi tentang keadaan kapal baik posisi, waktu, haluan dan kecepatannya untuk kepentingan keselamatan pelayaran.
“Xiang Yang Hong 03 diketahui telah mematikan AIS saat berada di Laut Natuna Utara, Laut Natuna Selatan dan Selat Karimata,” ujar Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/1/2021).
Wisnu menjelaskan langkah mencegat vessel Xiang Yang Hong 03 ini dilakukan saat Bakamla ikut menjadi bagian dalam operasi SAR jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. (*)
