Barangkali, korespondensi tersebut mempunyai hubungan yang lebih dari keduanya. Saling berpengaruh antara satu dengan yang lainnya. Fakta sejarah tersebut juga telah menunjukkan pada kita, bahwa sedari dulu, sejak zaman Rasululloh Muhammad shallallohu ‘alaihi wassalam kewajiban dakwah tidak pernah berhenti.
Bahkan, kekuatan negara bisa lebih efektif, dan efisien untuk untuk mengajak kekuasaan yang bukan didasarkan pada Islam untuk menerima Islam. Seperti Sriwijaya. Wallahu’alam bisshowab
Oleh: Rizka K. Rahmawati, S. Hum – Alumni Program Sejarah dan Kebudayaan Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Daftar Pustaka
Baca Juga:‘Persahabatan’ Haji Hasan Mustapha dan Snouck HurgronjeTurki Usmani di Mata Jawa
Ash-Shallabi, Ali Muhammad. Perjalanan Hidup Khalifah Yang Maha Agung Umar Bin Abdul Aziz Ulama dan Pemimpin Yang Agung. Jakarta: Darul Haq. 2012
Azyumardi Azra. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Bandung: Penerbit Mizan. 1994.
Fatimi, S. Q. “Two Letters From The Maharaja To The Khalifah” , Karachi: Islamic Studies, 2, 1. 1963.
Slamet Muljana. Sriwijaya. Yogyakarta: Lkis. 2012
==========================================
http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/05/27/noywh5-inilah-10-negara-dengan-populasi-muslim-terbesar-di-dunia. Di akses, 25/05/2016, pukul 14.50 WIB.[8]
[1] http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/05/27/noywh5-inilah-10-negara-dengan-populasi-muslim-terbesar-di-dunia
[2] Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Abad XVII dan XVIII (Jakarta: Penerbit Mizan, 1994), hlm. 36.
[3] S. Q Fatimi, “Two Letters From The Maharaja To The Khalifah” , Islamic Studies (Karachi), 2, 1(1963), hlm. 123.
Baca Juga:Jangka Sabda Palon: Ramalan Kehancuran Islam di Tanah Jawa?Dianggap ‘Pegawai Negeri Buruk’, Walikota Ini Diikat di Pohon
[4] Ali Muhammad Ash-Shalabi, Perjalanan Khalifah Yang Agung Umar Bin Abdul Aziz Ulama dan Pemimipin Yang Agung (Jakarta: Darul Haq, 2012), hlm. 453.
[5] Skamet Muljana, Sriwijaya (Yogyakarta: Lkis, 2012), hlm. 111.
[6] S. Q Fatimi, “Two Letters From The Maharaja To The Khalifah” , Islamic Studies (Karachi), 2, 1(1963), hlm. 123.
[7]Ibid., hlm. 121
Artikel ini telah dimuat di laman jejakislam.net
