Sinyal SOS Sudah Berumur 100 Tahun Lebih, Ternyata Ini Faktanya

EsLury3VkAg1WFU
Penyisiran oleh Tim SAR di Pulau Laki. (Basarnas)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Warganet heboh dengan tanda SOS di Pulau Laki, lokasi yang berdekatan dengan jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182. Tanda itu muncul melalui aplikasi Google Maps.

Baca: Basarnas Temukan Asal Sinyal SOS? Google Hapus Tanda SOS Dekat Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air

Spekulasi terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air pun bermunculan. Banyak warganet yang kemudian membanjiri akun media sosial Basarnas untuk meminta melakukan pengecekan di sekitar lokasi tanda SOS muncul.

Baca Juga:Basarnas Temukan Asal Sinyal SOS? Google Hapus Tanda SOS Dekat Lokasi Jatuhnya Sriwijaya AirFenomena Waduk Gajah Mungkur, Mengenali Water Spout, Bukan Puting Beliung

Belakangan tanda SOS hilang. Namun kemudian muncul kata “TOLONGGG”. Hingga berita ini diturunkan Basarnas tengah mendalami mengenai hal tersebut.

https://twitter.com/SAR_NASIONAL/status/1351905271610687490?s=20

Banyak orang tentu tahu bahwa sinyal SOS merupakan salah satu penanda bahaya. Namun, tidak banyak yang mengetahui arti dan sejarah sebenarnya dari penggunaan SOS sebagai tanda bahaya.

Sebagian orang mengira bahwa SOS adalah singkatan dari “Save Our Souls” atau “Save Our Ship”. Namun kenyataannya, “Save Our Souls” atau “Save Our Ship” adalah backronym, dan huruf-huruf itu, yakni “S,” “O,” dan “S,” sebenarnya tidak bermakna apa pun, demikian mengutip laman Mental Floss.

Faktanya, sinyalnya sebenarnya tidak seharusnya tiga huruf. Tanda itu hanya rangkaian kode Morse yang terdiri dari tiga titik, tiga garis, dan tiga titik yang semuanya berjalan bersama tanpa spasi atau titik (… —…).

Karena tiga titik membentuk huruf “S” dan tiga tanda hubung membentuk “O” dalam kode Morse Internasional, sinyal itu kemudian disebut “SOS” demi kenyamanan.

Ketika mesin radiotelegraph nirkabel pertama kali digunakan untuk kapal laut saat pergantian abad ke-20, pelaut yang dalam bahaya membutuhkan cara untuk menarik perhatian, memberikan sinyal saat berada dalam kesulitan, dan meminta bantuan. Sinyal unik dibutuhkan guna memberitahukan situasi bahaya dengan jelas, cepat, dan tidak membingungkan.

Pada awalnya, organisasi dan negara yang berbeda memiliki sinyal marabahaya “internal” mereka sendiri-sendiri. Angkatan Laut AS, misalnya, menggunakan “NC”, yang merupakan sinyal bendera maritim untuk bahaya dari Kode Sinyal Internasional.

0 Komentar