Insiden Pecah, Laskar Merah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur sampai di Stasiun Cirebon

STASIUN KEJAKSAN. Bangunan Stasiun Kejaksan yang hingga kini masih dipertahankan bentuk aslinya. Stasiun ini menjadi saksi bisu kedatangan Laskar Merah di Kota Cirebon. (Stasiun 1912)
STASIUN KEJAKSAN. Bangunan Stasiun Kejaksan yang hingga kini masih dipertahankan bentuk aslinya. Stasiun ini menjadi saksi bisu kedatangan Laskar Merah di Kota Cirebon. (Stasiun 1912)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Seperti sudah direncanakan, insiden pun pecah. Insiden ini merupakan awal dari gerakan Mohammad Joesoeph. Sebagai sasaran tindakan-tindakan kasar Laskar Merah adalah kesatuan Polisi Tentara.

Baca: Detik-detik Perebutan Kekuasaan PKI di Wilayah Cirebon, Siapa Saja yang Terlibat?

Tiga hari menjelang peringatan Maulud, tepatnya tanggal 12 Februari 1946, PKI memulai aksinya dengan menyebarkan isu bahwa Polisi Tentara telah melucuti anggota Laskar Merah yang datang dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur di Stasiun Cirebon.

Baca Juga:3.000 Anggota Laskar Merah Kumpul di CirebonKelompok Mohammad Joesoeph Gelar Latihan Militer Laskar Merah

Perwira Polisi Tentara Cirebon Letda D. Sudarsono datang ke stasiun menemui seorang bintara jaga untuk memastikan kebenaran isu tersebut. Namun sesampainya di stasiun, ia disambut dengan tembakan-tembakan. la dikepung oleh pasukan Laskar Merah. Beberapa anggota Polisi Tentara ditawan.

Letda D. Sudarsono disandera, kemudian dibawa ke Markas Batalyon 13 Polisi Tentara dengan maksud untuk melakukan tuntutan. Karena gagal menemui pimpinan Polisi Tentara, mereka kembali menuju Markas Polisi Tentara Kabupaten di Hotel Phoenic dan menawannya.

Inilah langkah awal PKI dalam upaya menguasai jajaran pemerintahan setempat. Sebagian besar kekuatan bersenjata di Cirebon dilucuti, anggota tentara mereka tangkap dan dijadikan tawanan. Para tawanan itu dikumpulkan di beberapa bangunan yang dikuasai pemberontak. Hanya dalam waktu tiga hari Laskar Merah telah berhasil menguasai unsur bersenjata di Cirebon.

Pos-pos pertahanan TKR direbut dan Polisi Tentara dilucuti. Tindakan-tindakannya merajalela, melakukan perampasan dan perampokan di toko-toko serta meminta dengan paksa kebutuhan rokok pada pabrik BAT Seluruh kota dikuasai oleh Laskar Merah, dengan menduduki atau mengambil alih gedung-gedung vital seperti stasiun radio, dan pelabuhan.

Nyatalah bahwa PKl yang didukung oleh 3.000 Laskar Merah melakukan pemberontakan untuk merebut kekuasaan yang sah di Cirebon. Laskar Merah kemudian bergerak ke arah selatan sampai daerah Beber menuju ke Kuningan. (bersambung)

0 Komentar