CARUBAN NAGARI-Laskar Merah terus bergerak ke selatan menuju ke Markas Polisi Tentara di Linggajati. Tetapi markas tersebut telah dikosongkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat kekuatan senjata Polisi Tentara lebih kecil.
Baca: Detik-detik Perebutan Kekuasaan PKI di Wilayah Cirebon, Siapa Saja yang Terlibat?
Pemberontak kemudian kembali ke Cirebon dengan membawa barang-barang rampasan dari markas tersebut antara lain 20 potong kaos, 3 bal kain putih, yang merupakan barang langka pada saat itu. Setelah terjadinya perebutan kekuasaan oleh PKl dan berhasil menguasai seluruh kota, Panglima Divisi II/Sunan Gunungjati, Kolonel Zainal Asikin Yudadibrata mengirim utusan untuk membawa Residen dr. Moerjani dan Kepala Polisi Karesidenan Sulaiman Jayusman ke Markas Divisi yang berkedudukan di Linggajati.
Baca Juga:Insiden Pecah, Laskar Merah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur sampai di Stasiun Cirebon3.000 Anggota Laskar Merah Kumpul di Cirebon
Setelah berunding dengan residen dan kepala polisi, Kolonel Zainal Asikin Yudadibrata segera mengambil tindakan. la mengirim Mayor Akhmad beserta Kepala Polisi Jayusman, dan Komisaris Sidik untuk menemui Mr. Mohamad Joesoeph di Hotel Reebrinek untuk berunding. Dalam perundingan ini pihak PKl berjanji akan menyerahkan senjata-senjata yang dirampasnya kepada tentara pada esok harinya. Ternyata janji itu tidak mereka tepati, bahkan utusan yang datang di Hotel Reebrinek keesokan harinya, mereka sambut dengan serentetan tembakan.
Akhirnya, karena mengalami kegagalan dalam usahanya berunding dengan Mr. Mohammad Joesoeph, Panglima Divisi II menghubungi Komandan Resimen Cikampek, Letkol Moeffreni guna meminta bantuan pasukan ke Cirebon. Untuk itu Letkol Moeffreni Moekmin mengirimkan pasukan Banteng Taruna yang berkekuatan 600 prajurit di bawah Mayor Banumahdi, bekas shodanco Pacitan Oawa Timur) sesudah Proklamasi atas perintah Djokosuyono (anggota PKI bawah tanah kelompok Amir yang berhasil menyusup ke tentara Peta sebagai Cudanco di Madiun), diperbantukan ke front Jakarta (Resimen Moeffeni), dengan senjata lengkap.
Pasukan Banumahdi menumpas gerakan PKI Mohammad Joesoeph. karena tidak setuju terhadap kepemimpinan Joesoeph. yang memunculkan PKI sebelum waktunya. Banumahdi akhlrnya terlibat dalam pemberontakan PKI Madiun 1948.
Di pihak lain, sisa-sisa kekuatan TRI dan Polisi Tentara Cirebon juga telah siap melaksanakan penumpasan. Batalyon 1 pimpinan Mayor Ribut akan bergerak dari Sindanglaut, Batalyon 2 pimpinan Mayor Suyana dari arah Kedung Bunder dan Batalyon 3 pimpinan Mayor Dasuki akan bergerak dari Kosambi. Sasaran pertama serbuan adalah merebut pos-pos pertahanan PKl dan kemudian bergerak menuju markas pemberontakan di Hotel Reebrinck. (bersambung)
