Banjir Indramayu 2021, Irigasi Zaman Belanda Sudah Tak Berfungsi

WhatsApp Image 2021 02 11 at 18.48.50
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Banjir melanda pula wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sejak 7 Februari lalu. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, banjir terjadi usai hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan Sungai Cilalanang, Cipanas, Cipelang, dan Cimanuk.

Selain itu, kenaikan debit air Waduk Cipancu mendorong pergerakan struktur tanah di sekitarnya serta memicu pergeseran dinding penahan waduk ke arah luar sejauh 2 meter.

“Total terdapat 25.206 rumah yang tersebar di 22 Kecamatan di Kabupaten Indramayu terdampak banjir. Selain rumah, 2.096 hektar sawah warga juga ikut terendam,” kata Raditya melalui siaran resmi BNPB pada Rabu (10/2/2021).

Baca Juga:Kecamatan Kraton dan Pakualaman di Yogyakarta Tercatat Steril Kawasan Kumuh, Cirebon Bisa?Hari Ini, 75 Tahun Lalu, 3 Hari Jelang Peringatan Maulud, PKI Mohammad Joesoep Merebut Cirebon

Dia mencatat, berdasar laporan BPBD Indramayu, sebanyak 23.220 warga Kecamatan Haurgeulis dan Losarang terpaksa mengungsi akibat banjir. Ada juga 2 korban meninggal dari Desa Karang Tumaritis, Kecamatan Haurgeulis.

“BPBD Indramayu melaporkan, pada Rabu (10/2/2021) pukul 10:00 WIB, kondisi waduk Cipancu terpantau aman. Banjir juga mulai berangsur surut di beberapa kecamatan. Tetapi, masyarakat tetap dihimbau untuk selalu waspada,” terang Raditya.

Merujuk laporan Antara, hingga 10 Februari 2021 kemarin, terpantau sejumlah warga Indramayu yang terdampak banjir terpaksa mengungsi di sepanjang jalur Pantura. Para warga itu mendirikan tenda di sebagian badan jalan.

Kantor Basarnas Bandung menginformasikan, sampai Rabu malam (10/2/2021), Tim SAR secara total telah mengevakuasi warga terdampak banjir di Indramayu sebanyak 230 Jiwa, dengan 4 di antaranya meninggal.

Sementara lalu lintas di sekitar Tol Cipali KM 122, menurut Kapolres Indramayu AKBP Hafidh Susilo Herlambang, pada hari ini lancar tanpa ada antrean.

“Situasi terkini Tol Cipali (KM 122) kondusif dan lancar dengan upaya yang kita laksanakan,” kata Hafidh di Indramayu, Kamis (11/2/2021).

Sementara, anggota Komisi V DPR RI, H Dedi Wahidi melakukan inspeksi mendadak di Kabupaten Indramayu, Sabtu (23/1). Sidak yang menjadi bagian kunjungan kerja kali mendatangi sejumlah lokasi rawan banjir.

Baca Juga:Raden Dipati Natadireja Bertugas di Negeri Cirebon Kirim Surat ke Daendels, Isinya MengejutkanPenyerbuan PKI Mohammad Joesoeph Dikutuk Tokoh PKI Maruto Darusman

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota dan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu ini didampingi Kabid Ops BBWS Cimanuk Cisanggarung, Abdul Ghoni Majdi.

Salah satu lokasi yang dikunjungi di Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Di lokasi ini ada saluran irigasi yang sudah sejak zaman Belanda, sehingga terkubur dan tidak berfungsi. Di Desa Singakerta juga ada 3 titik sungai yang perlu normalisasi.

0 Komentar