Seperti yang dikisahkan Rasulullah, Tamim menuturkan, “Setelah hewan tersebut menyebutkan seorang laki-laki kepada kami, kami menjadi takut. Jangan-jangan hewan itu adalah setan. Meski demikian, kami penasaran dan segera pergi menuju gereja yang ditunjukkan hewan tadi. Begitu sampai, ternyata benar di dalam gereja sudah ada sosok manusia terbesar sejauh yang pernah kami lihat. Dia diikat dengan kuat. Sedangkan kedua tangannya disimpan di tengkuknya. Dari kedua lutut sampai mata kakinya terikat dengan besi. Kala itu, kami bertanya, ‘Celakalah, siapakah kau?’ Manusia raksasa itu menjawab, ‘Kalian sudah bisa mengetahui kabarku, sekarang sampaikankah kepadaku, siapakah kalian?’”
Rombongan Tamim Ad-Dari menjawab, “Kami semua adalah orang Arab. Kami berlayar dengan sebuah kapal. Tiba-tiba kami dihadang ombak dan gelombang. Kami pun terombang-ambing selama satu bulan. Sampai akhirnya, kami berlabuh di pulaumu ini. Tiba-tiba, kami berjumpa dengan seekor hewan yang lebat bulunya dan ia meminta untuk ke sini menemuimu. Sebab, tuturnya, kau begitu merindukan kabar kami, sehingga kami pun segera menemuimu.”
Laki-laki itu berkata, “Sekarang sampaikanlah kepadaku tentang kurma Baisan.” Dituturkan oleh Tamim Ad-Dari, “Kami balik bertanya, ‘Tentang apanya yang ingin engkau tanyakan?’
‘Yang aku tanyakan kepada kalian, apakah kurma itu masih berbuah?’
‘Masih.’
Baca Juga:Banjir Subang, 21.574 Rumah Terendam, 38.878 Orang MengungsiBanjir Indramayu 2021, Irigasi Zaman Belanda Sudah Tak Berfungsi
‘Andai kurma itu nyaris tak berbuah. Sekarang sampaikanlah kepadaku tentang danau Ath-Thabariyyah.’
‘Tentang apanya yang ingin engkau tanyakan?’ ‘Apakah ia masih terisi air?’
‘Danau itu masih banyak airnya.’ ‘Sekiranya air danau itu sudah hampir kering,’ ucap si laki-laki.”
Laki-laki itu kembali bertanya, “Sekarang kabarkanlah kepadaku tentang sumur Zughar.”
“Tentang apanya yang ingin engkau tanyakan?” tanya mereka.
“Apakah sumur itu masih ada airnya? Apakah warga sekitar masih bercocok tanam dengan air sumur tersebut?”
Rombongan Tamim Ad-Dari menjawab, “Masih. Bahkan, airnya masih banyak dan para penduduk masih berladang dengan airnya.”
Laki-laki dalam gereja itu kembali menanyakan pertanyaan lainnya, “Lalu kabarkanlah kepadaku tentang nabi orang-orang Arab? Apa yang telah dia lakukan? Dia lahir di Makkah dan hijrah ke Madinah. Apakah nabi itu diperangi oleh orang-orang Arab?”
