“Betul,” jawab kawan-kawan Tamim Ad-Dari.
“Lalu apa yang dia lakukan terhadap orang-orang Arab?”
Kawan-kawan Tamim Ad-Dari pun mengabarkan sejelas-jelasnya bahwa sang nabi telah muncul di tengah masyarakat Arab dan ditaati oleh mereka.
Terdengar si laki-laki bertanya lagi, “Apakah itu sudah terjadi?”
“Benar,” tegas mereka.
“Nabi itu lebih bagus bagi mereka jika mereka menaatinya. Karena itu, dia memberitahu kalian tentangku. Sesungguhnya, aku ini Al-Masih Dajjal. Aku hampir saja diizinkan keluar. Setelah keluar, aku akan berjalan di muka bumi. Tidaklah aku biarkan satu kampung pun kecuali akan aku singgahi dalam empat puluh hari selain kota Makkah dan Madinah. Keduanya diharamkan kepadaku. Setiap kali aku akan masuk ke dalam keduanya atau masuk ke dalam salah satunya, aku dihadapi satu malaikat dengan pedang terbungkus sarung di tangannya, yang siap dihunuskan untuk menghalangiku. Setiap jalan bukit yang ada di kota itu akan ada malaikat yang menjaganya.”
Di akhir kisahnya, perawi hadits ini, yakni Fathimah binti Qais menambahkan, “Sambil mengetuk minbar dengan tongkat, Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Ini baik…ini baik…ini baik…’ Maksudnya Madinah. Beliau memungkas kisahnya, ‘Bukankah aku telah menyampaikan hal itu kepada kalian?’ Para sahabat menjawab, ‘Benar.’ Beliau kembali bersabda, ‘Sungguh mengagumkanku cerita Tamim ini! Ceritanya sesuai dengan yang ingin aku sampaikan kepada kalian tentang Dajjal, Makkah, dan Madinah. Ingatlah, Dajjal itu berada di laut Syam atau di laut Yaman. Ia datang dari arah timur. Dari arah timur. Dari timur!’ Beliau mengatakan demikian sambil memberi isyarat ke arah timur.”
Baca Juga:Banjir Subang, 21.574 Rumah Terendam, 38.878 Orang MengungsiBanjir Indramayu 2021, Irigasi Zaman Belanda Sudah Tak Berfungsi
Terakhir, Fathimah binti Qais berkomentar, “Ini yang aku hafal dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.”
Demikian kisah yang disarikan dari hadits riwayat Muslim dalam Shahih-nya, tepatnya dalam “Kitab al-Fitan wa Asyrath al-Sa‘ah, Bab Qishah A-Jasasah,” nomor hadis 2942. Wallahu ‘alam.
