CARUBAN NAGARI-Tanggal 14 Februari setiap tahunnya dirayakan sebagai Hari Valentine. Hari yang identik dengan kasih sayang ini dipercaya bermula dari kisah pengorbanan Santo Valentine yang dieksekusi Kaisar Romawi Claudius II karena menikahkan para prajurit. Namun, asal-mula Hari Valentine masih jadi perdebatan lantaran sebagian sejarawan meyakini kisah Santo Valentine berlangsung pada bulan Mei.
Beberapa sejarawan pun memperkirakan tradisi Hari Valentine berasal dari perayaan Lupercalia di zaman Romawi kuno untuk mengusir roh jahat, menyucikan kota, meningkatkan kesuburan. Namun, berbeda dari Hari Valentine saat ini yang penuh kasih sayang, Lupercalia justru dirayakan dengan cara yang kelam, seperti menyembelih anak anjing, berkeliaran tanpa busana di jalan, hingga mencambuk wanita.
- Menyembelih Seekor Anjing
Perayaan ini dimulai dengan ritual menyembelih 2 kambing dan seekor anak anjing di dalam gua. Anjing yang dikorbankan pun tak boleh yang sudah dewasa, tetapi harus masih anak-anak. Mirisnya, menurut Plutarkhos, sejarawan Romawi berkebangsaan Yunani, bangsa Romawi sendiri tak mengerti makna penyembelihan anak anjing itu. Mereka hanya mengikuti tradisi yang diperkirakan Plutarkhos berasal dari tradisi Yunani.

2. Ritual penyucian pemuda
Baca Juga:Ditemukan Koin Emas 425 Keping, Otoritas Israel Duga Harta Karun Zaman Dinasti Islam AbbasiyahTinggalkan Tanah Leluhur, Misi Khusus Orang Tionghoa di Pesisir Utara Jawa
Setelah penyembelihan kambing dan anjing, 2 pemuda bangsawan dibawa ke gua tempat ritual itu berlangsung. Para pendeta akan menyentuhkan pisau berlumuran darah tersebut ke kepala pemuda. Kemudian, para pendeta mencelupkan wol ke dalam susu dan mengusapnya ke kepala pemuda. Dengan kepala berlumuran susu dan darah, pemuda itu diperintahkan tertawa terbahak-bahak.
Bangsa Romawi percaya ritual ini merupaka ritual penyucian. Para pendeta pun membuat tali cambuk dari kulit kambing yang disembelih itu, menelanjangi para pemuda yang sudah disucikan, dan memulai ritual selanjutnya.

3. Mencambuk wanita
Dalam ritual selanjutnya, para pemuda akan turun ke jalan tanpa busana dengan membawa cambuk kulit. Sebelumnya, mereka melumuri tubuhnya dengan minyak. Begitu berkeliaran di jalan, mereka berlarian mencambuk orang-orang di jalan, terutama wanita. Mereka percaya para wanita yang terkena cambuk akan jadi lebih subur. Cambuk ini dinamakan ‘februare’ yang kemudian jadi nama bulan Februari.
4. Undian kencan buta
