Siapa Sebenarnya Kian Santang dan Kean Sancang?

Prabu Siliwangi menikahi Ambet Kasih, Subang Larang dan Kentring Manik Mayang Sunda
Prabu Siliwangi menikahi Ambet Kasih, Subang Larang dan Kentring Manik Mayang Sunda
0 Komentar

Ketika Prabu Kretawarman mangkat, tahta kerajaan diwariskan kepada adiknya Prabu Sudawarman padahal sesungguhnya tanpa disadari sempat memiliki keturunan dari seorang puteri pencari kayu bakar Ki Prangdami bersama istrinya Nyi Sembada tinggal di dekat hutan Sancang di tepi Sungai Cikaengan Pesisir Pantai selatan Garut. Putrinya Setiawati dinikahi Kretawarman yang hanya digaulinya selama sepuluh hari, setelah itu ditinggalkan dan mungkin dilupakan.

Setiawati merasa dirinya dari kasta sudra, tidak mampu menuntut kepada suaminya seorang Maharaja, ketika mengandung berita kehamilannya tidak pernah dilaporkan kepada suaminya hingga melahirkan anak laki-laki yang ketika melahirkan meninggal dunia. Bayi itu kemudian dibesarkan kakek-neneknya.

Anak dari Prabu Kretawarman itu oleh Ki Parangdami dipanggil “Rakeyan” mengingat keturunan seorang raja. Maka panggilan sang anak menjadi Rakeyan dari Sancang. Panggilan singkat ‘Rakeyan Sancang atau Kian Sancang’. Jika ditulis dalam ejaan Bahasa Indonesia lama Kian Santjang.

Baca Juga:Intelijen Nasional Amerika Serikat Ungkap Peran Pemerintah Arab Saudi dalam Pembunuhan Jamal KhashoggiDisinilah Kuburan Abu Jahal Mirip ‘Lubang Buaya’, Angker

Kelak Rakeyan dari Sancang itu pada usia 50 tahun pergi ke tanah suci hanya untuk menjajal kemampuan “kanuragan” Syaidina Ali RA yang dikabarkan memiliki kesaktian ilmu perang/ ilmu berkelahi yang tinggi.

Sumber lainnya menyebutkan, tahun 640 M Rakeyan Sancang tidak sempat berkelahi dengan Syaidina Ali namun menyatakan kalah akibat tidak mampu mencabut tongkat Syaidina Ali yang hanya menancap di tanah berpasir.

Sejak itulah Rakeyan Sancang menyatakan dirinya masuk Islam kemudian meneruskan berguru kepada Syaidina Ali. Lalu, di pesisir selatan wilayah Tarumanagara (Cilauteureun, Leuweung / hutan Sancang dan gunung Nagara) secara perlahan Islam diperkenalkan oleh Rakeyan Sancang yang ketika itu yang bersedia menerima Islam sedikit sekali.

Upaya Rakeyan Sancang menyebarkan Islam terdengar oleh Prabu Sudawarman (-saat itu semua raja Kertanegara juga disebut Siliwangi), yang dinilai bisa mengganggu stabilitas pemerintahan, timbulah pertempuran yang ketika itu Senapati Brajagiri (anak angkat Sang Kretawarman) turut memimpin pasukan.

Rakeyan Sancang unggul, Prabu Sudawarman sempat melarikan diri yang dikejar Rakeyan Sancang, tapi tusuk konde Rakeyan Sancang jatuh pertempuran terhenti kemudian mereka saling menceriterakan silsilah sehingga ada pengakuan Rakeyan Sancang anak Sang Kretawarman.

0 Komentar