Siapa Sebenarnya Kian Santang dan Kean Sancang?

Prabu Siliwangi menikahi Ambet Kasih, Subang Larang dan Kentring Manik Mayang Sunda
Prabu Siliwangi menikahi Ambet Kasih, Subang Larang dan Kentring Manik Mayang Sunda
0 Komentar

Peristiwa tersebut berkembang menjadi ceritera dari mulut ke mulut yang menyatakan Kean atau Kian Santang mengejar Prabu Siliwangi untuk di Islam-kan. Sebenar peristira itu dilakukan Kean atau Kian Sancang. Pergeseran sosok itu mungkin karena faktor kemiripan gelar atau nama Santang dan Sancang.

Kisah Rakeyan Sancang itupun setelah sepuluh abad kemudian terungkap kembali, ketika Walangsungsang dari Cirebon menyusuri sungai Cimanuk sampai ke hulu sungai kemudian menemukan pedang yang disebut-sebut sebagai pedang Nabi Muhammad SAW, pedang itu milik Rakeyan Sancang atau Kean Sancang, pemberian Ali bin Abi Thalib ketika membantu Ali dalam peperangan menegakkan Syariat Islam.

Sementara, sebagian besar buku sejarah Indonesia tentang penyebaran agama Islam di Tatar Sunda dihubungkan dengan tokoh Fatahilah sebagai utusan Demak, yang diidentikan dengan Sunan Gunung Jati pendiri Kesultanan Cirebon ketika pemerintahan Pajadjaran dikuasai Prabu Surawisesa atau Ratu Sangiang tahun 1521-1535 M.

Baca Juga:Intelijen Nasional Amerika Serikat Ungkap Peran Pemerintah Arab Saudi dalam Pembunuhan Jamal KhashoggiDisinilah Kuburan Abu Jahal Mirip ‘Lubang Buaya’, Angker

Baca: Tinggalkan Tanah Leluhur, Misi Khusus Orang Tionghoa di Pesisir Utara Jawa

Surawisesa pamannya Sunan Gunung Jati sedangkan Sunan Gunung Jati adalah cucu Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Padjadjaran Sri Sang Ratu Dewata, dari Lara Santang yang sejak balita mendapatkan pendidikan Islam dari ibunya Subanglarang, ujar Deddy Effendie kepada garut.go.id di Garut, Selasa.

Dia menyebutkan, Istri Prabu Siliwangi yang dikenal Nyi Mas Sindangksih, Subanglarang dan Nyi Mas Kentringmanik Mayang Sunda, Subanglarang melahirkan tiga orang anak terdiri Walangsungsang, Lara Santang dan Raden Sangara, kemudian Kentringmanik Mayang Sunda melahirkan putra Mahkota yang menjadi Raja Padjadjaran generasi kedua yakni Prabu Surawisesa.

Sementara itu, Raden Walangsungsang memiliki banyak nama antara lain Maulana Ifdil Hanafi, Haji Tan Eng Hoat, Haji Abdullah Iman atau Sunan Rohmat atau Sunan Godok atau Kean Santang.

Tokoh inilah yang disebut-sebut dari sumber tradisi Garut sebagai putra Raja Padjadjaran (Prabu Siliwangi) yang berselisih paham tentang keyakinan agama, tapi akhirnya mereka bersepakat Kean Santang diberi keleluasaan untuk menyebarkan agama Islam di seluruh wilayah Kerajaan Padjadjaran, petilasan yang bertalian dengan Kean Santang berada di Godog Garut berupa makam, gunung Nagara berupa bekas pertahanan dan di Cilauteureun. (*)

0 Komentar