Intelijen Nasional Amerika Serikat Ungkap Peran Pemerintah Arab Saudi dalam Pembunuhan Jamal Khashoggi

khassoggi whatsapp 2
Percakapan antara Jamal Khashoggi dengan Omar Abdul Aziz, membahas terbongkarnya rencana membentuk "lebah dunia maya" sebelum Jamal dibunuh | Sumber: CNN
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) Amerika Serikat pada hari Jumat (26 Februari 2021) merilis laporan penilaian yang menyimpulkan pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khassoggi pada Oktober 2018 lalu.

“Kami menilai bahwa putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyetujui operasi di Istanbul, Turki, untuk menangkap atau membunuh jurnalis Saudi Jamal Khashoggi,” kata laporan yang berjudul Assessing the Saudi Government’s Role in the Killing of Jamal Khasoggi .

Penilaian itu  didasarkan pada “kendali putra mahkota atas pengambilan keputusan di kerajaan sejak 2017, keterlibatan langsung penasihat utama dan anggota detail pelindung Mohammed bin Salman dalam operasi tersebut, dan dukungan putra mahkota untuk menggunakan tindakan kekerasan untuk membungkam para pembangkang. di luar negeri, termasuk Khashoggi,” tambah laporan itu.

Baca Juga:Disinilah Kuburan Abu Jahal Mirip ‘Lubang Buaya’, AngkerTerungkap Istri Prabu Siliwangi, Carita Ratu Pakuan Sebut 56 Nama dan Asal-usulnya

“Sejak 2017, Putra Mahkota memiliki kendali mutlak atas organisasi keamanan dan intelijen Kerajaan, sehingga sangat tidak mungkin pejabat Saudi akan melakukan operasi semacam ini tanpa izin Putra Mahkota.”

Segera setelah laporan itu dirilis, Departemen Luar Negeri mengumumkan sanksi terhadap 76 orang Saudi yang dikatakan telah terlibat dalam mengancam para pembangkang di luar negeri. Sanksi akan berlaku bagi beberapa orang yang diyakini terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

Namun begitu, menurut laporan The IndependentPemerintahan Biden tidak akan mengambil tindakan langsung terhadap putra mahkota Saudi Mohammed bin Salman setelah rilis penilaian intelijen AS itu.

Laporan intelijen AS itu tak menyebut latar belakang sebelum pembunuhan Khasshoggi terjadi. Namun, laporan CNN pada Desember 2018, dua bulan setelah Khashoggi dibunuh, menyebutkan Khasshoggi mengkritik keras Mohammad bin Salman (MBS) dalam percakapan via WhatsApp dengan Omar Abdul Aziz, seorang pembangkang Saudi yang mendapat suaka politik di Kanada

Dalam percakapan yang diperlihatkan Abdul Aziz kepada CNN itu, Khashoggi menyebut MBS sebagai “setan” yang tak segan menghabisi semua pihak yang menghalangi jalannya, termasuk para pendukungnya.

“Semakin banyak korban yang ia makan, ia semakin ingin lebih. Saya tidak terkejut jika opresi itu bahkan akan mencapai orang-orang yang mendukungnya,” tulis Khashoggi dalam pesan WhatsApp kepada Abdul Aziz.

0 Komentar