Disinilah Kuburan Abu Jahal Mirip ‘Lubang Buaya’, Angker

Jepretan Layar 2021 02 27 pukul 22.08.09
Makam Abu Jahal (Foto: Youtube/Bung Hasibuan)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Kisah Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam penuh dengan perjuangan dan rintangan. Begitu banyak orang yang menentang ajaran beliau. Salah satunya Abu Jahal.

Dia adalah tokoh antagonis, musuh bebuyutan Rasulullah SAW sepanjang masa. Abu Jahal mati secara mengenaskan dalam Perang Badar, perang besar pertama kaum muslimin dengan kafir Quraisy .

Sampai kini, kuburan Abu Jahal bersama 69 anggota pasukan kafir Quraisy masih ada, kendati tidak terawat. Belum lama ini Kanal YouTube Bung Hasibuan menayangkan kuburan dedengkot kaum kafir Quraisy itu. Kesannya, angker.

https://www.youtube.com/watch?v=wr4MG4z88OQ

Baca Juga:Terungkap Istri Prabu Siliwangi, Carita Ratu Pakuan Sebut 56 Nama dan Asal-usulnyaKisah Penobatan Prabu Siliwangi Raja Pajajaran Terjadi Gempa Bumi, Begini Isi Lontar Sangara Bumi

Yang dibilang kuburan itu sejatinya hanyalah tanah lapang yang ditumbuhi beberapa pohon berduri. Kesannya tak terurus.

Di kanan-kiri tanah lapang itu berdiri bangunan. Bahkan di dekat kuburan itu ada bekas kesibukan alat berat yang meratakan tanah. Ada bekas-bekas ban kendaraan berat di sana. “Mirip Lubang Buaya,” tutur Bung Hasibuan, menggambarkan kondisi daerah tersebut. “Merinding,” lanjutnya, menggambarkan perasaannya.

Kuburan Abu Jahal berada di Kota kecil Badar. Kota ini terletak 152 km arah barat daya Madinah. Kini untuk ke sana dari Madinah bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 30 menit.

Jalanannya mulus, masing-masing terdiri dari tiga jalur dalam dua arah dengan pembatas beton marka yang rapi. Sepanjang perjalanan tidak banyak ditemui pemukiman.

Kanan kiri jalan hanya gunung batu. Setelah 1 jam perjalanan, ditemukan kompleks industri Al Musayjid. Tidak jauh berikutnya terdapat pemukiman kota kecil Al Hasaniyah. Ketika bertemu dengan barisan gunung berselimut pasir gurun, pertanda Badar sudah dekat.

Selain mayat 70 kafirun yang tewas dalam perang Badar, di kota ini terdapat pula makam syuhada’. Di sana ada tugu peringatan syuhada Badar.

Mari kita menengok lagi jauh ke belakang. Terik mentari di Kampung Badar, Madinah, pada 17 Ramadan 2 H, bertepatan dengan 13 Maret 624, terasa lebih panas dari biasa. Pada hari itu pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang berhadapan dengan pasukan Quraisy dari Makkah yang berjumlah 1.000 orang.

Baca Juga:Doa Iwan Fals untuk Polwan Cantik Iptu Rita Yuliana: Moga gak Rusak Kena SabuPrabu Siliwangi Miliki 151 Istri, Kenapa Nyi Subang Larang Dibuang?

Perang belum lagi pecah, ketika seorang sahabat Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW), Abdurrahman bin Auf, berhenti di tengah barisan pasukan Muslimin. Tiba-tiba seorang pemuda berusia 16 tahun mendekatinya.

0 Komentar